Rabu, 28 September 2016

3 Foto Yang Menandakan Anies Baswedan Bakal Jadi Gubernur DKI Jakarta 2017


1. ANIES BASWEDAN MENERIMA TONGKAT KYAI COKRO PANGERAN DIPONEGORO


Tongkat Pusaka Kanjeng Kiai Tjokro milik Pangeran Diponegoro (1785-1885), yang hilang sewaktu masa peperangan pada abad ke-19, kini dikembalikan ke Indonesia. Tongkat, yang disimpan keluarga Baud di Belanda sejak 1834, itu diserahkan pada pembukaan pameran seni rupa ”Aku Diponegoro” di Galeri Nasional Indonesia di Jakarta, Kamis 5 Februari 2015.

Tongkat pusaka sepanjang 153 sentimeter dari kayu mahoni tersebut diberikan kakak beradik Michiel dan Erica Lucia Baud kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan. Pengembalian tongkat ini mengejutkan karena keluarga Baud sebelumnya meminta agar acara ini dirahasiakan hingga pembukaan pameran Kamis malam lalu. Michiel Baud mengatakan, keluarganya menerima tongkat itu pada tahun 1834 dari Adipati Notoprojo, cucu Nyi Ageng Serang, keluarga keturunan Sunan Kalijaga, Walisongo.

Sementara sejarawan Inggris yang telah 40 tahun meneliti Diponegoro, Peter Carey menyatakan tongkat tersebut dibuat sekitar abad 16 untuk Sultan Demak, bukan dibuat untuk khusus untuk Pangeran Diponegoro. Dalam tongkat itu, menurut terselip kertas yang keterangannya ditulis JC Baud sendiri, bunyinya demikian:

Deze staf, tjokro genaamd, heeft toebehoord aan Prins Diepo Negoro en is in juli 1834 door Pangrerang Noto Prodjo aan J.C Baud, Gouverneeur General van Ned.

De staf is afkomstig van de Sultans van Demak en werd door Diepo Negoro gedragen telk ens wanneer hij als pelgrim naar heilige plaatsen ging om zegen af te bidden op zijne indernemingen.

Tulisan itu kurang lebih menceritakan asal usul tongkat Kyai Cokro itu yang aslinya dimiliki Sultan Demak, kemudian ke tangan Diponegoro, ke Notoprojo hingga ke JC Baud, seperti yamg telah diceritakan di atas.


Dan atas kehendak Yang Maha Kuasa, tongkat pusaka yang menandakan kepemimpinan dan perjuangan bangsa Indonesia itu diterima kembali oleh bangsa Indonesia melalui tangan Anies Baswedan, cucu Pejuang Kemerdekaan, AR Baswedan, yang dari kecil hingga remajanya hidup di tanah kelahiran Pangeran Diponegoro, tanah Yogyakarta. Tongkat ini erat kaitanya dengan pemimpin masa depan yang bernama Sultan Herucokro. Dan Anies Baswedan sendiri adalah pengagum dari Pahlawan Nasional Pangeran Diponegoro. Di rumah kediaman beliau terpajang dengan gagah lukisan Pangeran Diponegoro.



2. "RAMALAN" DARI JOGOKARIYAN, ANIES BASWEDAN JADI GUBERNUR DKI


Foto diatas adalah saat Menteri Anies Baswedan membuka Konggres Guru Al Qur'an di Masjid Jogokariyan Yogyakarta tanggal 30 April 2016. Di upload oleh ustadz Salim A Fillah di akun Instagram @salimafillah disertai sebuah "ramalan" bahwa Anies Baswedan akan jadi Gubernur DKI Jakarta 2017.

Ustadz Salim A Fillah berkata:
 ***
Kini, setelah purna dari beban tanggungjawabnya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, kita tetap menanti kiprah beliau sebagaimana sering disampaikannya, "Pemimpin itu Pemimpi dengan N. N-nya adalah Nyali." Selamat berjuang terus Pak Anies. Kami di Yogyakarta barangkali akan bangga jika Anda berkiprah sebagai Gubernur misalnya. Tapi kami rakyat istimewa sudah punya, yang kami qana'ah dan ridha padanya. Nah, bagaimana kalau DKI Jakarta?

Ah, mungkin saya hanya bercanda.😄
***
Dan perkataan ulama itu dengan ilmu, bahkan bercandanya pun dengan ilmu.
 
3. ANIES BASWEDAN, LEADER WITH THE FOLLOWERS



Diatas adalah foto selfie yang diunggah oleh akun @aniesbaswedan . Sudah nampak siapa yang Leader dan siapa yang Followers.



continue reading

Jumat, 03 Januari 2014

Misteri Bendera PKS

4. Hal tersebut menggembirakan Sang Prabu. Waktu itu tersebutkan Sang Prabu akan mendapat

tamu, seorang raja pandita dari Rum bernama, Sultan Maolana.

5. Lengkapnya bernama Ngali Samsujen. Kedatangannya disambut sebaik-baiknya. Sebab tamu

tersebut seorang raja pandita lain bangsa pantas dihormati.

6. Setelah duduk Sultan Ngali Samsujen berkata: “Sang Prabu Jayabaya, perkenankan saya

memberi petuah padamu mengenai Kitab Musarar.

7. Yang menyebutkan tinggal tiga kali lagi kemudian kerajaanmu akan diganti oleh orang lain”.

Sang Prabu mendengarkan dengan sebaik-baiknya. Karena beliau telah mengerti kehendak

Dewata.

8. Sang Prabu segera menjadi murid sang Raja Pandita. Segala isi Kitab Musarar sudah diketahui

semua. Beliaupun ingat tinggal menitis 3 kali.

9. Kelak akan diletakkan dalam teken Sang Pandita yang ditinggal di Kakbah yang membawa Imam

Supingi untuk menaikkan kutbah,

10. Senjata ecis itu yang bernama Udharati. Dikelak kemudian hari ada Maolana masih cucu Rasul yang mengembara sampai ke P. Jawa membawa ecis tersebut. Kelak menjadi punden Tanah Jawa.

(Kitab Musarar Jayabaya: Asmarandana)

Siapakah Raja Pandita dari Negeri Rum yang bernama Maulana Samsujen itu?
Prabu Jayabaya memerintah pada sekitar tahun 1135-1157 M di Kediri. Pada masa yang sama, yang menjadi negara super power dunia adalah Kesultanan Saljuk Raya, yang salah satu kesultananya yang menguasai daerah Asia Minor (Turki bagian timur sekarang ini) adalah Kesultanan Rum (Sultanate of Rome) (Sumber: Wikipedia). Dan pada masa tahun yang sama, yang menjadi Sultan Rum adalah Rukn ad-Din Mesud I .

Kenapa bernama Rum? Karena daerah Asia Minor dahulunya adalah dibawah kekuasaan Kerajaan Romawi Timur (Byzantium) yang berpusat di Konstantinopel (Istambul sekarang). Asia Minor berhasil dikuasai oleh pasukan Muslim Turki Saljuk dan didirikankanlah Kesultanan Rum disana. Pada masa itu kekhalifahan masih dipegang oleh Khalifah Abbasiyah yang berpusat di baghdad, tapi sudah mulai adanya penurunan, dan mulai kuatnya Turki Saljuk sehingga sampai puncaknya pada Tahun 1453 berhasil menaklukan Konstantinopel yang sudah dikabarkan oleh hadits Nabi penaklukanya.

Raja-raja di Sumatera dan Jawa segan terhadap kekuasaan Kesultanan Saljuk Raya yang besar dan kuat. Maka tak heran Prabu Jayabaya sangat gembira ketika ada seorang Pandita (ulama) dari negeri Rum akan hadir ke Kediri. Dan pada masa itu, nama dengan akhiran "din" adalah nama yang populer di emperium Islam di timur tengah. Sebut saja Sultan Jalaludin, Sultan Saifudin Al Qutuz, Imadudin dan Nuruddin Zanki, Sholahuddin Al Ayyubi, dll. Maka kemungkinan besar nama Ngali Samsujen tersebut adalah penyebutan lidah jawa untuk nama Ali Syamsudin.

Besar kemungkinan bahwa Maulana Ali Syamsudin adalah seorang Ulama yang berdakwah ke Jawa. Dengan keyakinan penuh, Ulama tadi yakin bahwa suatu saat negeri ini, tempat beliau menyemai dakwah islam, akan tumbuh dan suatu saat menjadi kuat dan suatu saat akan dipimpin oleh orang yang bertauhid. Oleh beliau itu diperlambangkan dengan akan datangya seorang maulana masih cucu Rasul yang akan membawa ecis udharati dan menjadi punden (pemimpin) tanah jawa (Indonesia).

Sekarang pertanyaanya, apakah ecis udharati itu? apakah itu suatu benda pusaka ataukah hanya suatu perlambang?

9. Kelak akan diletakkan dalam teken Sang Pandita yang ditinggal di Kakbah yang membawa Imam Supingi untuk menaikkan kutbah,

10. Senjata ecis itu yang bernama Udharati. Dikelak kemudian hari ada Maolana masih cucu Rasul yang mengembara sampai ke P. Jawa membawa ecis tersebut. Kelak menjadi punden Tanah Jawa.

Ecis adalah sebuah senjata dari besi dan udharati ada yang mengartikan budi pekerti/akhlak yang baik (lurus). Ecis itu diletakan dalam kakbah dan suatu saat akan dibawa oleh seorang Maulana yang masih Cucu Rasul ke Jawa.

Di lain cerita kita ketahui bahwa dari beberapa Walisongo adalah masih keturunan Rasulullah SAW, dan mereka datang ke Jawa untuk mendakwahkan Islam yang salah satunya melalui strategi politik dengan mendirikan Kerajaan Demak, kerajaan Islam pertama di Jawa dengan Raden Patah yang masih keturunan Majapahit sebagai rajanya. Sebuah strategi politik yang luar biasa jenius, sehingga Islam menjadi agama kerajaan (negara) sehingga akhirnya tanah jawa seluruhnya kemudian menjadi Islam.

Kembali ke Ecis tadi, jadi cucu Rasul datang ke Indonesia untuk mendakwahkan Islam. Perlambang ecis yang diletakan dalam kakbah kalau kita urai sebagai berikut:

ecis: senjata besi
udharati: akhlak mulia/lurus
dalam kakbah: dalam Islam

Dan kita ketahui dalam hadits bahwa tugas Rasulullah diutus ke dunia ini adalah untuk menyempurnakan meluruskan akhlak manusia yang jahiliyah.

Jadi arti perlambang diatas adalah ada seorang Muslim yang akan membawa panji islam (ecis-senjata besi yang lurus dalam kakbah) yang digunakan untuk berkhutbah (berdakwah) dan akhirnya memimpin tanah jawa (Indonesia).

Indonesia menganut sistem Demokrasi yang kemudian Partai Politik menjadi instrumen vital guna menelurkan seorang pemimpin pada khususnya dan membawa kemajuan/kemunduran negara pada umumnya. Umat Islam adalah umat terpilih, umat terbaik, maka ketika kita diajak beradu kekuatan oleh para pengusung kemunkaran di medan laga yang bernama demokrasi, maka umat Islam tak kenal takut apalagi surut menghadapi tantangan ini. Islam bisa dan mampu memenangkanya InsyaAllah. Maka tumbuhlah Parpol Islam di Indonesia, dan salah satunya adalah PKS yang dikenal sebagai Partai Dakwah karena memang mereka berdakwah dalam semua lini di sendi-sendi kehidupan bangsa Indonesia melalui Parpol.

Coba kita tengok Bendera/Lambang Partai Dakwah ini:
Lambang Partai Keadilan (1999)

Lambang PKS (2004)

Lihatlah lambang Partai Keadilan (1999), sebuah senjata besi lurus ditaruh dalam kakbah !!!

Silahkan baca filosofi bendera PKS di AD ART PKS:




continue reading

Satu Fakta Lagi, LHI=Putra Batara Indra dari Malang

bergelar pangeran perang

kelihatan berpakaian kurang pantas

namun dapat mengatasi keruwetan orang banyak

yang menyembah arca terlentang

cina ingat suhu-suhunya dan memperoleh perintah, lalu melompat ketakutan

(Bait Jayabaya nomor: 163)

Sebelumnya silahkan baca kembali bahwa Putra Batara Indra adalah LHI di http://pksratuadil.blogspot.com/2014/01/ratu-adil-itu-sekarang-berada-di-tengah.html.Satu fakta ini akan menambah keyakinan anda bahwa LHI lah Putra Batara Indra. Putra Batara Indra dapat mengatasi keruwetan banyak orang, dan itu terbukti dari sebuah puisi karya anaknya ketika LHI sedang ditahan didzalimi oleh penguasa.

Berikut ini puisinya:

Sang Penyemangat Jihad

masih teringat jelas
berat suara nafasmu
perlahan…
tertahan..
beradu dengan langkah sayupmu
kala kau pulang pukul 03.47
kemudian disusul dengan suara asing dari channel TV kesukaanmu
atau suara bisikan bibirmu mengucap, kala kau membaca buku…
atau tawa lepasmu yang menyusul tepat beberapa menit setelah suara telfonmu mendayu..
masih teringat jelas, ayah…
kelembutan sekaligus lelah yang tertahan dan terpaksa terpancar disorot matamu
kala pagi kami hendak berangkat sekolah
pelukan hangatmu yang seolah tidak risih akan gerak-gerik kami yang membangunkanmu dari lelapmu yang baru..
serta kecupan manismu di kening kami yang seolah membayar segala rindu yang memang telah tertahan sejak kemarin-kemarin..
segalanya, masih teringat jelas ayah..
jelas betul dalam ingatan kami..
takpeduli, bahwa segalanya kini diperantarai oleh selembar dua lembar kertas surat..
dan terkadang, tanpa tersentuh indra kehangatanmu sama sekali..
segalanya, masih teringat jelas.
kemudian malam itu
ketika tangan-tangan asing wartawan
menarik
mendorong
memperlakukanmu seolah akan melumat habis dirimu
panas hati kami,
panas jiwa-jiwa kami, ayah..
nafas kami tercekat seakan terhenti sejenak
mata kami terbelalak, namun tetap airmata kami tahan
sengaja tak kami biarkan ia jatuh..
tubuh kami terkaku namun tetap memaksa telinga kami mendengar jernih apa yang mereka tuduhkan kepadamu
kasus suap??
itukah yang merekah tuduhkan?
habiskah akal mereka menuduhkan itu padamu?
tidakkah mereka tau?
detik ketika mereka tidur terlelap menikmati waktu istirahatnya
kau justru baru memulai rapat kesekianmu untuk membersihkan
korupsi, kolusi, nepotisme
yang mereka bilang mereka benci?
tidakkah mereka tau
ketika mereka asik bermimpi,
terlelap dalam mimpi indahnya
mimpi tentang Negara Republik Indonesia
yang bersih
jauuuuh dari kenistaan dan kemarukan petinggi-petingginya
kala itu kau bekerja keras untuk membuat itu terjadi?
menjadikan itu tidak hanya sebatas mimpi
menjadikan mimpi mereka menjadi realiti,
kenyataan
tidakkah mereka tau
ketika kata jihad masih sebuah teori bagi mereka
hanya sebatas angan semata,
kau sudah jauh habiskan waktumu,
jiwamu,
fikiranmu,
hartamu untuk itu..
ketika jihad masih menjadi cita-cita bagi kami
kau seakan jauh
jauuuuuuh telah meninggalkan kami…
tidakkah mereka tahu
ketika mereka menggerutu atas kelelahan mereka
mengeluh atas kesibukan dunia mereka
engkau, ayah
ayah kami ini
dengan senyuman hangat dan setengah mata menahan lelahnya
membukakan pintu rumahnya
menerima setiap gerutu tamunya
kekhawatiran tamunya
keluh kesahnya..
kebutuhannya..
kemudian memberinya solusi
tanpa sedetikpun
tanpa sejenak saja ia menoleh kepada istirahatnya
Kepada hak tubuhnya..
sekarang mereka tuduhkan itu kepadamu ayah?
telingakukah yang salah?
Jangan.. Ayah..
jangan ragu untuk memanggil kami ayah..
bawa jiwa-raga kami bersaksi atas jihadmu yang nyata
karna tak secuilpuun hati kami percaya apa kata mereka
apa tuduhan mereka
apa fitnah mereka ayah..
takkan pernah kami percaya
takkan pernah..
kami tidakkan diam menangisimu ayah
kami akan tetap melangkah
melanjutkan langkah jihadmu
tak peduli sekerdil apapun kami
kami tidak akan malu dan menundukkan kepala kami ayah..
kami akan buktikan bahwa semangat kami takkan kalah dari semangatmu
akan kami tunjukkan
akan kami renggut kembali engkau kembali ke langkah jihadmu, ayah..
jangan engkau khawatirkan kami, ayah..
karna sebagaimana Allah SWT bersamamu
Ia juga bersama langkah-langkah kami..
Doa kami selalu untukmu ayah..
tetaplah tenang dan tersenyum di sana
tetaplah pancarkan tatapan penuh semangatmu..
penghidup semangat tinggi kami,
tetaplah tersenyum Ayah
hingga kau kembali ke dekapan kami…

karya: anak LHI.

sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/04/22/31868/puisi-anak-anak-presiden-pks-untuk-sang-penyemangat-jihad/#axzz2pIPcFt14



continue reading

PANUTUP

memakai lambang ratu tanpa mahkota

sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati,

jangan sampai terputus, menghadaplah dengan patuh

keberuntungan ada di anak cucu

inilah jalan bagi yang ingat dan waspada

pada zaman kalabendu Jawa

jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa

yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga

jangan keliru mencari dewa

carilah dewa bersenjata trisula wedha

itulah pemberian dewa

(Bait-bait terakhir Tulisan Prabu Jayabaya: Bait 171-172)

IKUTLAH MENJADI PRAJURIT RATU ADIL

Telah kita ketemukan Ratu Adil yang akan membawa Indonesia menuju kejayaan, menyudahi zaman

kalabendu. Sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati. Bagi yang tidak suka, jangan melarang dalam

menghormati orang berupa dewa.Soal siapakah nanti siapa yang menjadi Ratu Adil, apakah Hidayat Nur Wahid,

atau Luthfi Hasan Ishaaq atau Anis Matta, biarlah waktu yang akan menjawab. Sekarang tugas kita adalah

mendukung bangkitnya Ratu Adil. Walau kedepan akan kita lihat tekanan, fitnah kepada Ratu Adil akan semakin

keras. Kemarin setelah difitnah dengan Kasus Sapi, mungkin kedepan fitnah fitnah lain akan datang menerpa,

bahkan sampai fitnah teroris pun mungkin akan disematkan kepada Ratu Adil. Tapi insyaAllah itu malah akan

semakin menguatkan ratu Adil. Siapkah anda menjadi prajurit Ratu Adil dan ikut mendapatkan cobaan dan

ujian?

BERSIKAP ADIL TERHADAP “RAMALAN” RATU ADIL

Bagaimana kita menyikapi tulisan-tulisan Prabu Jayabaya, Prabu Siliwangi dan Ranggawarsita yang

dikenal masyarakat sebagai sebuah ramalan? Saya pribadi mendudukan tulisan-tulisan itu sebagai takdir yang

telah tertulis. Allah mungkin berkehendak memberitahukan kehadiran Ratu Adil dengan jalan itu, sebagaimana

dulu Allah memberitahukan umat Islam melalui lisan Kanjeng Baginda Rasulullah SAW bahwa suatu saat

nanti Konstantinopel Turki akan jatuh ke tangan umat Islam, dan itu terbukti 8 abad kemudian, tahun 1453

Konstantinopel berhasil dikuasai oleh Muhammad Al Fatih. Kalau kita lihat awal dari semua ini adalah adanya

kitab musarar (kitab asrar) . Kitab Asrar (Musarar) karangan Sunan Giri Perapan (Sunan Giri ke-3). Mungkin

sekali banyak distorsi bahasa, distorsi budaya, distorsi komunikasi dan lainnya yang menyebabkan perubahan-
perubahan pada kitab asrar. Kita juga tidak tahu, rujukan kitab asrar ini darimana. Perlu penilitian lebih lanjut

untuk mengungkapnya.

SEBARKANLAH KABAR KEDATANGAN RATU ADIL INI

Saya selaku penulis ingin mengabarkan berita ini keseluruh masyarakat Indonesia, bahwa Ratu Adil

yang mereka tunggu selama berabad lamanya sudah hadir di tengah-tengah kita. Untuk itu, saya mengijinkan

buku ini untuk diterbitkan oleh siapa saja. Diperbolehkan mengubah isi dari buku ini selama tidak mengubah

esensi dari buku ini. Saya berharap berita ini bisa tersebar sampai pelosok desa. Waktu saya sangat terbatas

untuk menulis ulang buku ini dengan bahasa yang bisa dipahami oleh masyarakat umum.


Saya tekankan sekali lagi bahwa saya bukan anggota partai politik, saya bukan anggota ormas, saya

bukan tim sukses salah satu capres. Saya hanya seorang yang ingin Indonesia menjadi negara yang ayem

tentrem, gemah ripah loh jinawi, baldatun thoyibatun warobbun ghofur.

***

DOWNLOAD BUKU 3 RATU ADIL VERSI PDF

continue reading

RATU ADIL TELADAN INDONESIA

PKS, sebuah partai yang fenomenal. Dari awalnya hanya satu orang, KH. Hilmi Aminuddin, sekarang

berkembang menjadi Partai Islam terbesar. Para kadernya menjadi Ketua MPR, Wakil Ketua DPR, Menteri-
menteri yang sukses, Gubernur-Gubernur yang penuh prestasi. Pantaslah mereka menjadi teladan Indonesia.

Inilah beberapa teladan dari kader PKS yang lain asuhanya Ki Sabdopalon Semar Bodronoyo:

1. AHMAD HERYAWAN (GUBERNUR JAWA BARAT)

Gubernur Ahmad Heryawan pada tahun 2011 dinobatkan sebagai tokoh perubahan 2011 oleh

sebuah media cetak nasional. Sejak kepemimpinannya tahun 2008, Kang Aher meraih banyak

penghargaan. Total 75 penghargaan diraih kang Aher untuk daerah jawa barat dan meningkatkan

popularitas Ahmad Heryawan sebagai figur Gubernur berprestasi. hal ini menjadi modal kuat beliau

untuk maju kembali ke pilkada Jawa barat. Daftar 75 penghargaan Ahmad Heryawan bisa dilihat pada

list panjang di bawah. Tepat sekali pilihan warga Jawa Barat memilih kembali Beliau yang juga seorang

Hafidz Qur’an menjadi Gubernur Jabar 2013, walaupun sebelumnya Beliau terkena Black Campaign,

difitnah majalah TEMPO dengan berita bahwa beliau melakukan kejahatan pada Bank Jabar. Lihatlah,

ketika asuhanya Ki Sabdopalon memimpin, maka Jawa Barat maju pesat.

2. DR. WARSITO, M.Eng

Anggota Majelis Pertimbangan Pusat PKS

Ringkasan Profil

Warsito adalah salah satu dari “ 50 Tokoh” Revolusi Kaum Muda (Gatra, Edisi Khusus 2003), “10 yang

Mengubah Indonesia” versi majalah Tempo (Edisi Khusus AKhir Tahun 2006) dan juga terpilih menjadi salah satu

dari “100 Tokoh Kebangkitan Indonesia” versi Majalah Gatra (Mei, 2008).

Di dunia akademisi Internasional, Warsito dikenal sebagai pioneer dalam teknologi tomografi, yaitu

teknologi untuk memindai berbagai macam obyek dari tubuh manusia, proses kimia, industri perminyakan,

reactor nuklir hingga perut bumi. Penemuannya yang paling spektakuler adalah tomografi volumetric 4D yang

dipatenkan di Amerika dan lembaga paten internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi ini diperkirakan akan

mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang dari energi, proses kimia, kedokteran

hingga nano-teknologi.

Saat ini Warsito sedang membangun sebuah institusi riset swasta pertama di Indonesia untuk

mengembangkan teknologi tomografi volumetric untuk berbagai aplikasi. Meskipun masih berskala kecil,

institusi yang dibangunnya mempunyai reputasi tinggi di dunia dan telah mampu menjalin kerja sama riset

dengan lembga riset dan universitas kelas dunia seperti Ohio State University (OH, AS), National Natural Scince

Laboratory of Japan (RIKEN, Japan), Nanyang Technology University (Singapore) dan Universiti Kebangsaan

Malaysia (Malaysia). Produk dari institusinya telah dipakai di berbagai institusi dunia termasuk Ohio State

University (AS), Cambrige University (UK), B&W Company (OH, AS) dan Morgantown National Laboratory (Dept.

of Energy, WA, AS).

Institusi yang dibangunnya juga telah menjadi standar bagi teknologi tomografi volumetric dan yang

berkaitan yang dikembangkan di seluruh dunia dan dipublikasikan di dua jurnal internasional terkemuka

yaitu Measurement Science and Technology (UK) dan IEE Sensors Journal (AS). Lembaga penelitian yang

juga memberikan beasiswa dan bimbingan penelitian bagi mahasiswa Indonesia dari seluruh tanah air untuk

menyelesaikan tugas akhir dengan pembinaan riset kelas dunia bekerja sama dengan lembaga-lembaga riset

dunia yang terikat dalam kerjasama penelitian.

Di bidang keorganisasian, Warsito adalah salah satu pendiri dan ketua umum Masyarakat Ilmuwan

dan Teknolog Indonesia (MITI). Selama menjabat sebagai ketua umum MITI sejak tahun 2005, Warsito telah

membangun jaringan MITI di seluruh Indonesia dan luar negeri terutama MITI-Mahasiswa di kurang lebih 50

kampus di 26 Propinsi di seluruh Indonesia. Program utama yang dilancarkan MITI adalah meningkatkan kualitas

akademis dan kemampuan riset mahasiswa Indonesia, serta membantu pengembangan SDM mahasiswa

Indonesia melalui program pengiriman mahasiswa Indonesia untuk belajar ke luar negeri. Tahun 2007 MITI

bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Riyadh berhasil mengirim mahasiswa untuk

program belajar S2 dan S3 sebanyak 51 orang atas beasiswa dari pemerintah Saudi Arabia. Saat ini MITI juga

sedang membangun kelompok-kelompok belajar dan riset bagi pelajar dan mahasiswa di seluruh pelosok tanah

air untuk membudayakan riset ilmiah dan mendorong segera terwujudnya universitas riset di universitas-
universitas seluruh Indonesia.

Selain di MITI, Warsito juga aktif sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan

Sejahtera di Komisi Kebijakan Publik yang salah satunya bertanggung jawab langsung dalam merancang dan

menyusun Flatform Pembangungan PKS Bidang Perekonomian. Ekonomi adalah bidang kedua yang digeluti

Warsito sejak tahun 1994 secara otodidak. Pemikiran-pemikirannya tentang ekonomi, iptek dan pembangungan

Indonesia biasa ditemui di http://myview-indonesia.blogspot.com.

3. KELUARGA MUTAMMIMUL ULA, KELUARGA AL QUR’AN

Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula, SH dan Dra Wirianingsih,

Bc.Hk, beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong

super sibuk dengan berbagai aktivitas dakwahnya.

Mutammimul Ula adalah mantan anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah

Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan pernah pula menjadi Ketua Umum PP Salimah

(Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 provinsi dan lebih dari 400 daerah di

Indonesia.



Anak pertama, Afzalurahman Assalam

Putra pertama. Hafal Al-Qur’an pada usia 13 tahun. Saat tulisan ini dibuat usianya 23 tahun, semester

akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim

Salman ITB dan terpilih sebagai peserta Pertamina Youth Programme 2007.

Anak kedua, Faris Jihady Hanifah

Putra kedua. Hafal Al-Qur’an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat tulisan ini disusun

usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariah LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur’an

yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang

diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.

Anak ketiga, Maryam Qonitat

Hafal Al-Qur’an sejak usia 16 tahun. Saat tulisan ini dibuat usianya 19 tahun dan duduk di semester V

Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren

Husnul Khatimah, 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari

Syaikh Al-Azhar.

Anak keempat, Scientia Afifah Taibah

Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas

Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal

Al-Qur’an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.

Anak kelima, Ahmad Rasikh ‘Ilmi

Putra kelima. Saat tulisan ini dibuat, hafal 15 juz Al-Qur’an, dan duduk di MA Husnul Khatimah,

Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif

bahasa Arab MA Husnul Khatimah.

Anak keenam, Ismail Ghulam Halim

Putra keenam. Saat tulisan ini dibuat hafal 13 juz Al-Qur’an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor.

Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri

teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.

Anak ketujuh, Yusuf Zaim Hakim

Putra ketujuh. Saat tulisan ini dibuat ia hafal 9 juz Al-Qur’an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor.

Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat

Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.

Anak kedelapan, Muhammad Syaihul Basyir

Putra kedelapan. Saat tulisan ini dibuat, ia duduk di MTs Darul Qur’an, Bogor. Yang sangat istimewa

adalah, ia sudah hafal Al-Qur’an 30 juz pada saat kelas 6 SD.

Anak kesembilan, Hadi Sabila Rosyad

Putra kesembilan. Saat tulisan ini dibuat, ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan

dan hafal 2 juz Al-Qur’an. Di antara prestasinya adalah juara I lomba membaca puisi.

Anak kesepuluh, Himmaty Muyassarah

Putri kesepuluh. Saat tulisan ini dibuat, ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan

hafal 2 juz Al-Qur’an.

4. Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc

Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc., Datuak Rajo Bandaro Basa (Gelar Kebesaran dari suku

Tanjung, kecamatan Pauh, kota Padang), (lahir di Jogjakarta, Indonesia, 20 Desember 1963; umur 49

tahun) merupakan putra dari pasangan Drs. H. Djamrul Djamal, SH dan (Alm) Dra. Hj. Sudarni Sayuti.

Irwan Prayitno merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia 2 periode

(2004–2009 dan 2009-2014) dari Partai Keadilan Sejahtera dengan daerah pemilihan Sumatera Barat

I. Pada Tanggal 15 Agustus 2010, Beliau dilantik menjadi Gubernur Sumatera Barat periode 2010-2015

oleh Menteri Dalam Negeri , Gamawan Fauzi di Gedung Darurat DPRD Provinsi Sumatera Barat.

Irwan Prayitno sempat menjadi kontroversi pada bursa pencalonan Gubernur Sumbar tahun 2005

karena dia disinyalir bukan berasal dari Minangkabau, disebabkan nama belakangnya serta tempat

kelahirannya. Namun kemudian isu tersebut diluruskan dengan menyebutkan bahwa ibunya berasal

dari Kuranji, Padang dan ayah dari Simabur, Tanah Datar.





(Gambar: Segudang penghargaan yang diterima Sumatera Barat dibawah kepemimpinan Irwan

Prayitno. Beliau juga seorang Pendekar Karate)

5. PARA AHLUL BAIT DI PKS

Tahukah anda bahwa beberapa tokoh PKS adalah habib atau keturunan Kanjeng Baginda Rasulullah

SAW? Ini diantaranya:

a. Habib Salim Segaf Al-Jufri, Menteri Sosial Kabinet Indonesia Bersatu II.

b. Habib Aboe Bakar Alhabsi, wakil rakyat Kalimantan Selatan di DPR dari Partai Keadilan Sejahtera.

c. Habib Nabil AlMusawa (adik Habib Munzir), wakil rakyat Kalimantan Selatan di DPR dari Partai Keadilan

Sejahtera.

Dan masih banyak lagi teladan dari PKS untuk Indonesia, silahkan anda mencari lagi.

continue reading

KONSPIRASI BESAR MENGHADANG RATU ADIL

Siapa yang tidak mengagumi kekayaan alam Indonesia, Koes Ploes mengatakan “Tongkat kayu dan batu

jadi tanaman”. Coba lemparlah sebatang kayu singkong ke tanah depan rumah, dalam seminggu tongkat itu

sudah bersemi tunasnya. Tapi karena salah urus, maka pertanian dan peternakan Indonesia kurang maju, maka

Indonesia bergantung pada impor untuk produk hasil bumi dan daging sapi untuk memenuhi kebutuhan dalam

negeri. Alhamdulillah, pada tahun 2008-an Indonesia berhasil swasembada beras melalui program-program

yang dilakukan oleh Menteri Pertanian waktu itu yaitu Anton Aprianto yang merupakan Kader PKS. Sebelumnya

Indonesia banyak menimpor beras, terutama dari vietnam.

Kemudian tahun 2009 Menteri Pertanian diganti oleh Suswono yang merupakan kader PKS juga. Beliau

meneruskan program-program menteri pertanian yang lama. Program Pak Suswono adalah meningkatkan

produksi produk buah, hortikultura dan daging sapi. Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri yang selama

ini lebih banyak dipenuhi dari impor, program ini juga untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan peternak

Indonesia. Untuk itu Menteri Pertanian menurunkan kuota Impor Daging Sapi dengan tujuan agar sapi-sapi

para peternak Indonesia yang memang selama ini sudah dikembangkan melalui program-program Kementerian

Pertanian dapat memenuhi kebutuhan pasar Indonesia, yang otomatis itu juga meningkatkan kesejahteraan

peternak dan membuka lapangan kerja baru.

Tapi disisi lain, kebijakan Menteri Pertanian menurunkan impor daging dari Luar Negeri untuk

meningkatkan produksi sapi lokal dan mensejaterahkan rakyat Indonesia ini membuat beberapa negara berang,

khususnya negara-negara yang selama ini mengekspor daging sapi ke Indonesia, yaitu Amerika dan Australia.

Mereka berang karena kehilangan pasar ekspor daging sapi. Amerika mencoba menekan Indonesia dengan

melaporkan hal ini ke WTO. Silahkan baca berita-berita berikut:

1. http://industri.kontan.co.id/news/kuota-impor-daging-sapi-menuai-gugatan-di-wto

2. http://industri.kontan.co.id/news/as-laporkan-indonesia-ke-wto

3. http://kabarcepat.com/2013/01/14/indonesia-stop-impor-daging-sapi-amerika-marah

Belum berhasil, maka Amerika menekan SBY untuk menekan Menteri Pertanian Suswono agar

menaikan kuota impor daging. Belum berhasil, maka SBY pun menekan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq untuk

membujuk Menteri Pertanian Suswono agar menurut. Tapi Luthfi Hasan Ishaaq tetap teguh pendirian untuk ikut

menyukseskan program-program Pro Rakyat dan Petani Peternak.

“Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin

Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil

melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Pemuda Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi

batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang.”

Amerika gemas, menunggu-nunggu agar kran impor daging kembali dibuka selebar-lebarnya. Maka pada

tanggal 30 Januari 2013, Amerika melalui surat kabar The Jakarta Post menekan SBY dengan cara memberitakan

tentang data SPT Tahunan Pajak Keluarga SBY yang disinyalir isinya tidak benar. Guna mengalihkan isu sekaligus

memberi pelajaran kepada Luthfi Hasan Ishaaq Presiden PKS, maka esoknya pada tanggal 31 Januari 2013

dilakukanlah sebuah skenario memfitnah LHI. Hanya bermodal pengakuan Ahmad Fathonah yang tertangkap

tangan membawa sejumlah uang yang kemudian dia cerita kalau uang itu untuk menyuap LHI guna memuluskan

perusahaan Importir Daging Sapi, maka KPK dengan gagah menangkap pula LHI pada tanggal 31 Januari 2013

malam. Dan hebohlah Indonesia. Amerika untuk sementara berhasil memukul PKS cukup telak.

(Gambar: Berita SPT tahunan Pajak Keluarga SBY di Jakarta Post)

Belum selesai disitu, maka disebarkanlah terus berita-berita fitnah dari media massa antek-antek

liberalis amerika untuk semakin menurunkan citra PKS yang selama ini dikenal bersih. Ditambahlah skenario

mempermainkan harga bawang dan cabe yang merupakan kebutuhan pokok rakyat. Semakin bencilah

masyarakat kepada PKS. Tapi PKS tetap solid, segera mereka melakukan konsolidasi, dalam waktu 24 jam

setelah LHI ditangkap KPK, mereka sudah punya Presiden PKS yang baru, Anis Matta yang kemudian sukses

mengkosolidasi partainya sehingga sukses memenangi pilgub Jabar dan Sumut. PKS tetap “melawan” atas fitnah

amerika tadi, “melawan” kedzaliman dengan kerja keras dan kesabaran, maka akhirnya mereka pun menuai

hikmahnya.

“.... tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, melawan sambil tertawa. Dialah

Pemuda Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu, tertutupi pohon handeuleum dan

hanjuang.”

Anda mungkin bertanya, mungkinkah amerika bisa menekan Indonesia? Amerika sudah biasa menekan

negara-negara lain, jangankan menekan, menyerangpun dilakukan bila perlu. Irak hancur diserang. Dengan

dalih mencari seorang Osama dan memerangi terorisme, Aghanistan diserang membabi buta, ribuan nyawa

tak berdosa melayang. Berbagai keputusan PBB yang membela Palestina di veto-nya demi mengamankan Israel

zionis yahudi yang menjajah palestina hingga saat ini.



(Gambar: Kekejaman tentara amerika)

Orang yang punya penyakit wahn, cinta dunia dan takut mati, lebih memilih mencari aman di dunia

ini dengan menuruti para pemimpin tiran dunia. Hanya orang-orang yang beriman, yang tidak takut kepada

siapapun kecuali hanya kepada Allah, yang berani berkata benar di hadapan para penguasa tiran dunia,

walaupun resikonya mereka harus mendapat fitnah dan bahkan dipenjara karena berani melawan. Jangan

berharap Indonesia akan jaya dan berwibawa bila para pemimpinya cinta dunia dan takut mati. Maka tepatlah

bila pimpinan Indonesia kedepan adalah “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu” yang hanya takut kepada Allah

saja, yang berani berkata dan berbuat benar apapun resikonya demi harga diri dan martabat Bangsa Indonesia,

seperti pesan Bung Karno, Indonesia harus BERDIKARI, Berdiri di Kaki Sendiri. Indonesia tak akan pernah

mencapai kejayaanya bila nasibnya ditentukan oleh negara lain.

continue reading

RATU AMISAN ALIAS SULTAN HERUCAKRA

“Tidak berkesempatan menghias diri, sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali

Samsujen datangnya Kala Bendu. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut.”

“Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di

dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.”

“Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu,

sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.”

(Kitab Musarar Jayabaya, Sinom: Bait 22, 27 dan 28)

Di awal sudah kita temukan bahwa Ratu Amisan berlokasi di barat Bayat, Klaten. Maka tinggal

kita cari asuhan KH. Hilmi Aminuddin yang berasal dari daerah sekitar itu, maka akan kita dapatkan

bahwa Hidayat Nur Wahid mantan Presiden PKS, mantan Ketua MPR, itu berasal/berumah di

Kadipaten, Kebondalem Kidul, Prambanan, Klaten, sebelah barat Bayat. Siapakah Hidayat Nur Wahid sang Ratu

Amisan?

CANDI PRAMBANAN

RUMAH HIDAYAT

NUR WAHID

KRATON YOGYAKARTA

CANDI RATU BOKO

NGLANGGERAN

PIYUNGAN

Hidayat Nur Wahid dilahirkan pada 8 April 1960. Ia adalah putra sulung tujuh bersaudara dari pasangan

H. Muhamad Syukri dan Siti Rahayu. ''Nama Hidayat Nur Wahid itu pemberian bapaknya,'' kata Nyonya Siti

Rahayu, 69 tahun. Hidayat berartinya petunjuk, Nur adalah cahaya, dan Wahid artinya satu. Secara nama,

Hidayat Nur Wahid merupakan obsesi sekaligus doa dari kedua orangtuanya agar anak sulung ini menjadi

petunjuk dan cahaya yang nomor satu. ''Alhamdulilah terkabul,'' kata Siti Rahayu yang menilai Nur Wahid bisa

menjadi petunjuk dan cahaya bagi keluarga dan adik-adiknya. Lebih dari itu, Nur Wahid kini menjadi pelopor

hidup sederhana di kalangan pejabat tinggi negeri ini.

Latar belakang kehidupan keluarga Nur Wahid sangat mempengaruhi perjalanan hidupnya. Di dusun

kelahiran Nur Wahid yang terletak sekitar satu kilometer selatan Candi Prambanan, keluarganya tergolong

sebagai pemuka agama. Kakek dari ibunya merupakan tokoh Muhamamdiyah di Prambanan. Ayahnya, H.

Muhammad Syukri (almarhum), meski hidup di kultur NU, merupakan salah satu pengurus Muhamadiyah di

Klaten. Ibunya aktivis Aisyiah, organisasi wanita Muhammadiyah.

PROFIL SINGKAT HIDAYAT NUR WAHID:

PENDIDIKAN:

• 1972: SDN Kebondalem Kidul I, Prambanan, Klaten, Jawa Tengah

• 1973: Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur. (SLTP)

• 1978: Pondok Pesantren Modern Darussalam, Gontor, Ponorogo, Jawa Timur (SMA)

• 1979: IAIN Sunan Kalijogo, Fakultas Syari’ah, Yogyakarta

• 1983: Universitas Islam Madinah, Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Saudi Arabia; Skripsi “Mauqif Al-
Yahud Min Islam Al Anshar” (Sarjana)

• 1987: Program Master Universitas Islam Madinah, Departemen Aqidah Thesis “Al Bathiniyyaun Fi

Indonesia, ‘Ardh wa Dirosah”. (Master)

• 1992: Program Doktor, Universitas Islam Madinah, Saudi Arabia.

PENGALAMAN PEKERJAAN :

• Dosen Pasca Sarjana Magister Studi Islam, UMJ.

• Dosen Pasca Sarjana Magister Ilmu Hukum, UMJ.

• Dosen Pasca Sarjana IAIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

• Dosen Fakultas Ushuludin (Program Khusus) IAIN, Syarif Hidayatullah Jakarta.

• Dosen Pasca Sarjana Universitas Asy-Syafi’iyah, Jakarta.

• Ketua LP2SI (Lembaga Pelayanan Pesantren dan Studi Islam) Yayasan Al-Haramain, Jakarta.

• Dewan Redaksi Jurnal “Ma’rifah”.

• Ketua Forum Dakwah Indonesia.

• Presiden Partai Keadilan 2000- 2002

• Presiden Partai Keadilan Sejahtera 2003 – 2004.

• Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat, Republik Indonesia 2004 – 2009.

• Ketua Badan Kerjasama Antar-Parlemen DPR RI, 2009 - 2014



PENGALAMAN DALAM ORGANISASI :

• Anggota PII, 1973

• HMI IAIN Walisongo Yogyakarta, Trainning, 1979

• MIP PPI Madinah Arab Saudi, Sekretaris, 1981 – 1982

• Anggota Pengurus Badan Wakaf Pesantren Gontor, 1999- Sekarang

• Ketua PPI Saudi Arabia 1982- 1985

• Anggota Majelis Tablig dan Da’wah Khusus PP Muhammadiyah

• Wakil Ketua Dewan Penasihat ICMI Pusat 2005- 2010

Itulah sekilas profil Hidayat Nur Wahid. Anda masih belum percaya bahwa beliaulah yang dimaksud

dalam Kitab Musarar Jayabaya sebagai Ratu Amisan?

“Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di

dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.”

“Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu,

sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.”

(Kitab Musarar Jayabaya, Sinom: Bait 27 dan 28)

Lahir di bumi mekah dan keturunan waliyullah bisa diartikan bahwa orang yang dimaksud

mempunyai darah atau keturunan dari mekah arab. Apakah Hidayat Nur Wahid keturunan Arab?

Belum kita temukan faktanya, tapi ada berita unik, bahwa Gusdur pernah sebut Hidayat Nur Wahid

Wali. Silahkan cek http://jakarta.tribunnews.com/2012/05/12/gus-dur-pernah-sebut-hidayat-nur-
wahid-wali

“Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa.” Bisa dimaknai bahwa orang dimaksud mempunyai 2 rumah, di

mekah dan di Jawa. Hidayat Nur Wahid pernah tinggal di arab selama 13 Tahun (1983-1886) menyelesaikan

kuliah S1, S2 dan S3. Beliau sangat fasih berbahasa arab.

Apa makna Ratu Amisan? Makna Ratu Amisan adalah Pemimpin yang sangat sederhana. Siapa yang

tidak kenal dengan kesederhanaan Hidayat Nur Wahid. KALAU ada pejabat tinggi yang mau tidur di lantai

beralas tikar, dialah Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid. Ia melakukan setiap kali mengunjungi ibunda, di Dusun

Kadipaten Lor, Desa Kebondalem Kidul, Kecamatan Prambanan, Klaten, Jawa Tengah. ''Mas Nur tidak mau tidur

di hotel,'' kata Septi Swastani Setyaningsih adik bungsu Hidayat Nur Wahid yang memanggil kakaknya, Mas Nur

itu. Politisi bergaya lembut yang mengedepakan moral dan dakwah ini terpilih sebagai Ketua MPR. Gerakan

hidup sederhana pun digulirkan. Selama berlangsung sidang MPR ia menolak menginap di kamar hotel bintang

lima. Nur Wahid juga menolak menggunakan mobil Volvo sebagai kendaran dinas. Ia memilih mengendarai

mobil pribadinya, Toyota Kijang tahun 2002. Langkah ini kemudian diikuti sejumlah menteri Kabinet Indonesia

Bersatu.

“Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan

gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.”

“Waktu itulah ada keadilan. Rakyat pajaknya dinar sebab saya diberi hidangan bunga seruni oleh ki

Ajar. Waktu itu pemerintahan raja baik sekali. Orangnya tampan senyumnya manis sekali.”

Walau beliau hidup lama di arab dan fasih berbahasa arab, jangan mengira beliau luntur budaya jawa-
nya, Beliau sangat fasih berbahasa Krama Inggil.

“Jumeneng Ratu Pinandita, adil paramarta, lumuh mring arta, kasbut Sultan Herucakra.” (Menjadi Raja

Kerohanian, adil ramah tamah, tidak mementingkan harta benda, dijuluki Sultan Herucakra)

- “Parandene mungsuhe pada rereb sirep kabeh.” (Meskipun begitu musuhnya semuanya agak takut; terhenti

semua.)

- “Kang nedya mungsuh kabarubuh.” (Yang hendak memusuhi jatuh.)

(Syair Ranggowarsito)

Ronggowarsito pada masa mudanya pernah menjadi santri di Pesantren Tegalsari atau Pesantren

Gebang Tinatar Tegalsari adalah salah satu pesantren bersejarah di Indonesia. Pesantren ini terletak di desa

Tegalsari kecamatan Jetis kabupaten Ponorogo pada abad ke-18 sampai abad ke-19. Pesantren ini didirikan

oleh Kyai Ageng Hasan Besari. Cucu Kyai Ageng Hasan Besari lah yang kemudian mendirikan Pondok Pesantren

Modern Darussalam Gontor di Ponorogo. Hidayat Nur Wahid adalah alumni pesantren tersebut, bahkan

termasuk alumni terbaik.

Dalam syair ronggowarsito disebutkan bahwa nanti akan ada “Raja Kerohanian, adil ramah tamah,

tidak mementingkan harta benda, dijuluki Sultan Herucakra”. Seorang pemimpin yang sederhana yang akan

memimpin Indonesia, Jayabaya menyebutnya Ratu Amisan. Hidayat Nur Wahid adalah seorang pelopor

hidup sederhana, beliau adalah seorang yang zuhud. Beliau juga seorang ustadz. Mari kita urai makna “Sultan

Herucakra”. Sultan adalah sebutan raja dari bahasa arab. Sultan adalah seorang laki-laki, dan sudah menjadi

tradisi bahwa pewaris kesultanan adalah anak laki-laki pertama/sulung. Heru artinya adalah mustika atau

mahkota. Cakra artinya bulatan cahaya. Jadi “Sultan Herucakra” itu artinya adalah anak pertama/sulung yang

menjadi mahkota cahaya. Ini mirip sekali dengan makna nama Hidayat Nur Wahid; cahaya/petunjuk nomor satu.

Beliau juga adalah anak nomor satu/sulung.

(Ustadz Hidayat Nur Wahid berceramah)

Alhamdulillah, sudah kita temukan Ratu Amisan alias Sultan Herucakra. Lalu siapakah Ratu Adil?

Apakah Putra Batara Indra sang Pemuda Penggembala alias Luthfi Hasan Ishaaq atau Ratu Amisan sang

Sultan Herucakra alias Hidayat Nur Wahid? Yang jelas keduanya adalah mantan Presiden Partai Adil

(Partai Keadilan Sejahtera). Sekarang, Presiden PKS adalah Muhammad Anis Matta.





Luthfi Hasan Ishaaq, Hidayat Nur Wahid dan Anis Matta adalah Para Presiden Partai Adil (PKS),

3 Ratu Adil, mereka semua adalah asuhan Sang Pamomong, Semar Bodronoyo, Ki Sabdopalon, yaitu

KH. Hilmi Aminuddin. InsyaAllah, ketiganya adalah para penghafal Al Qur’an. Setahu saya, Hidayat

Nur Wahid dan Anis Matta hafal Al Qur’an 30 Juz (Hafidz). Disebutkan oleh ronggowarsito, bahwa

satria ke-7 adalah “Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu” yang berarti Pemimpin yang seperti ulama

dan berpegang teguh pada wahyu (Al Qur’an), kalau dalam istilah pemimpin islam seperti itu disebut

sebagai “Ulama Mujahid”. Tahukah anda bahwa Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan dari PKS

juga seorang Hafidz Qur’an? Tahukah anda bahwa Gubernur Sumatera Utara, Gatot Pujo Nugroho dari

PKS adalah orang asli Magelang dan juga Hafidz Qur’an? Mereka semua adalah asuhan Sang Semar Ki

Sabdopalon, KH. Hilmi Aminuddin.

Siapakah Ratu Adil Presiden RI 2014? Hidayat Nur Wahid, Luthfi Hasan Ishaaq atau Anis Matta?

Ataukah mereka bertiga nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin Indonesia? Ada yang menjadi

Ketua MPR, ada yang menjadi Ketua DPR, Ada yang menjadi Presiden? Lalu apakah yang sebenarnya

terjadi dengan Luthfi Hasan Ishaaq yang sekarang menjadi tahanan KPK? Apakah betul kata anis matta

bahwa ada KONSPIRASI BESAR yang ingin menghancurkan PKS? Lihat pidato beliau di Youtube:

www.youtube.com/watch?v=fgl9gYGYRbI

(Gambar: Pidato perdana Anis Matta “Soekarno Muda” setelah diangkat menjadi Presiden PKS, duduk

disampingnya Ketua Majelis Syuro PKS, KH. Hilmi Aminuddin)

continue reading

PEMUDA BERJANGGUT SANG SEMAR BADRANAYA

Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka

mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon

handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi

bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné! (Uga Wangsit Siliwangi)

Siapakah Pemuda Berjanggut yang mengajak/membawa Pemuda Gembala Luthfi Hasan Inshaaq

dari Malang ke Bandung? Anda sudah bisa menebaknya? Ya... Yang membawa adalah KH. Hilmi

Aminuddin sang Pemuda Benrjanggut untuk membuka lahan baru di Lebak Cawene, yaitu Lembang.

Mereka mendirikan Padepokan Madani di Lembang.



(Gambar: KH. Hilmi Aminuddin diapit oleh Anis Matta dan Luthfi Hasan Ishaaq)

(Gambar: Padepokan Madani Lembang (Lebak Cawene), Kabupaten Bandung Barat)

Anda belum yakin bahwa KH. Hilmi Aminuddin Ketua Majelis Syuro PKS ini adalah Pemuda Berjanggut

yang dimaksud Uga Wangsit Siliwangi? Mari kita telaah lagi lebih detil...

“Lalu akan ada penguasa, tapi penguasa yang mendirikan benteng yang tidak boleh dibuka, yang mendirikan

pintu yang tidak boleh ditutup, membuat pancuran ditengah jalan, memelihara elang dipohon beringin.”

“Pada saat itu datang pemuda berjanggut, datangnya memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung

tua. Membangunkan semua yang salah arah, mengingatkan pada yang lupa, tapi tidak dianggap. Karena pintar

kebelinger, maunya menang sendiri. Mereka tidak sadar, langit sudah memerah, asap mengepul dari perapian.

Alih-alih dianggap, pemuda berjanggut ditangkap dimasukan kepenjara.” (Uga Wangsit Siliwangi)

Siapakah penguasa yang dimaksud diatas? Banyak yang mengartikan itu adalah Mantan

Presiden Soeharto. Tahukah anda bahwa KH. Hilmi Aminuddin pernah menjadi tahanan politik pada

era orde baru pimpinan Soeharto? KH. Hilmi Aminuddin waktu itu ditahan karena aktif berdakwah.

Beliau dipenjara selama 2 tahun.

Lalu apa maksud kiasan “memakai baju serba hitam sambil menyanding sarung tua”? Coba anda

lihat gambar dibawah ini:

Gambar diatas adalah Wayang Golek Sunda yaitu tokoh Semar. Siapakah Semar?

Kyai Lurah Semar adalah nama tokoh panakawan paling utama dalam pewayangan Jawa dan Sunda.

Tokoh ini dikisahkan sebagai pengasuh sekaligus penasihat para kesatria dalam pementasan kisah-kisah

Mahabharata dan Ramayana. Tentu saja nama Semar tidak ditemukan dalam naskah asli kedua wiracarita

tersebut yang berbahasa Sanskerta, karena tokoh ini merupakan asli ciptaan pujangga Jawa. Di Jawa, Semar

ini dianggap sebagai utusan Yang Maha Kuasa di muka bumi untuk menjadi pengasuh dan penasehat para

pemimpin atau ksatria. Kalau dalam Islam ada istilah Ulama dan Umara, Ulama sebagai pengasuh/penasihat dan

Umara (Pemimpin/Penguasa) adalah sebagai Ksatrianya. Nama lain semar adalah Sabdopalon, Badranaya, Sang

Pamomong, dll. Di Kitab Musarar Jayabaya disebutkan bahwa Putra Batara Indra adalah asuhan Ki Sabdopalon,

Ki Sabdopalon adalah nama lain Semar, Luthfi Hasan Ishaaq adalah asuhan KH. Hilmi Aminuddin.

Sudah menjadi suatu hal yang dikenal luas, bahwa setiap ksatria ada pengasuhnya. Seperti Kura-
Kura Ninja adalaha asuhanya Master Splinter. Atau Sultan Muhammad Al Fatih penakluk Konstantinopel yang

merupakan asuhan Syekh Ahmad bin Ismail Al-Kuroniy. Atau Walisongo sebagai pengasuh para raja sultan di

Nusantara.



Maka, KH. Hilmi Aminuddin adalah pengasuh para Satria Keadilan PKS. Para satria asuhanya antara lain yang

sudah sangat kita kenal: Hidayat Nur Wahid, Luthfi Hasan Ishaaq, Anis Matta, Yoyoh Yusroh, Suswono, Mahfudz

Sidiq, Fahri Hamzah, Ahmad Heryawan, Gatot Pujo Nugroho, dll.

Anda masih ragu bahwa KH. Hilmi Aminuddin adalah Pemuda Berjanggut itu? Anda mungkin ragu

karena pikiran anda dipengaruhi oleh pemberitaan-pemberitaan media massa yang selalu menyudutkan PKS.

Cobalah cari penyeimbang berita, bacalah www.pkspiyungan.org salah satunya. Kita tambah bukti lagi...

“Semua keturunan kalian dipanggil oleh yang mau menikah di Lebak Cawéné. Jangan sampai berlebihan, sebab

nanti telaga akan banjir! Silahkan pergi! Ingat! Jangan menoleh kebelakang!” (Uga Wangsit Siliwangi)

Siapakah gerangan yang menikah di Lebak Cawene (Lembang) sehingga banyak didatangi

orang? Anda akan kaget dengan berita ini, pada tanggal 10 Januari 2013 yang lalu Putri dari Luthfi

Hasan Ishaaq menikah dengan Putra dari pasangan Budi Dharmawan dan Almarhumah Yoyoh

Yusroh (Anggota DPR RI dari PKS) di Padepokan Madani Lembang. Tahukah anda bahwa rumah

LHI di Malang dan rumah Yoyoh Yusroh di Depok? Kenapa malah mereka menikahkan anaknya di

Lembang (Lebak Cawene)? Sudah menjadi ketentuan dari Allah. Yoyoh Yusroh adalah putri dari KH.

Abdushshomad seorang ulama kenamaan Tangerang. Yoyoh Yusroh merupakan salah satu dari 5 wanita di

antara 50 pendiri Partai Keadilan (PK) yang sekarang menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Alamat rumah

beliau di Jl. Keadilan Ujung No. 87 RT. 003/21 Bakti Jaya Sukma Jaya Depok.



(Gambar: keluarga Yoyoh Yusroh, Depok dan keluarga Luthfi Hasan Ishaaq, Malang)

Kembali lagi ke KH. Hilmi Aminuddin Pemuda Berjanggut. Beliau adalah pengasuh, pamomong

para pimpinan PKS. Beliau adalah Semar-nya PKS. Semar dalam bahasa Jawa (filosofi Jawa) disebut

Badranaya, maka ada sebutan Semar Badranaya. Badranaya artinya adalah:

Bebadra = Membangun sarana dari dasar

Naya = Nayaka = Utusan mangrasul

KH. Hilmi Aminuddin lah yang membangun dari dasar pergerakan tarbiyah pada tahun 80-an,

kemudian pada tahun 1998 gerakan tarbiyah bertransformasi menjadi Partai Keadilan yang selanjutnya

menjadi PKS. Beliau membangun gerakan dakwah ini mencontoh dan meneladani Rasulullah SAW,

berdakwah yang awalnya hanya sedikit orang, sekarang menjadi sebuah partai islam terbesar di

Indonesia. Pusat kegiatan dakwah mereka adalah Padepokan Madani di Lembang, Kabupaten Bandung

Barat.

Ada kejadian menarik beberapa bulan yang lalu di Lembang (Lebak Cawene). Sebuah fenomena

alam cukup langka yakni munculnya gumpalan awan yang menyerupai bentuk lafaz Allah, membuat geger

warga di Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jumat 15 Maret 2013 siang sesudah sholat

jumat. Kemunculan awan berbentuk lafaz Allah ini cukup lama disaksikan warga Lembang yakni sekitar 10 menit

atau antara pukul 13.15 hingga pukul 13.25. Awan ini pun dapat disaksikan langsung dengan mata telanjang,

tanpa perlu bantuan alat seperti teleskop. Kemunculan awan langka ini pertama kali diketahui oleh Adi (35),

yang saat itu baru selesai menunaikan salat Jumat di Masjid Agung Lembang yang berada di Jalan Raya Lembang.

Saat itu, Adi yang hendak mengambil sepeda motornya di areal parkir depan Masjid Besar Lembang, menoleh

ke arah kubah masjid, ada gumpalan awan yang menyerupai bentuk lafaz Allah. Anda menganggap berita ini

berita bohong atau HOAX? Silahkan cek di http://jabar.tribunnews.com/mobile/index.php/2013/03/15/awan-
lafaz-allah-hiasi-langit-lembang

Yang memberitakan ini adalah wartawan TRIBUN JABAR. Silahkan lihat fotonya dibawah ini:

(Gambar: Foto lafadz Allah diatas Masjid Besar Lembang)

Di depan Masjid Besar Lembang terdapat alun-alun besar, disana terdapat 2 buah ringin besar

yang menjadi ciri khas sebuah alun-alun pusat pemerintahan. Di lembang juga terdapat 3 buah mata

air besar yaitu: Situ Lembang, Situ Umar dan Situ Karang Putri. Semoga Allah mengijinkan saya kesana

suatu saat.

(Gambar: Danau Purba Bandun. Lembang di utara Kota Bandung)

Alhamdulillah, sudah ketemu Pemuda Berjanggut, sekarang tinggal mencari Ratu Adil? Apakah

Ratu Adil adalah Presiden Partai Adil (PKS)? Mari nanti kita buktikan.

continue reading

RATU ADIL ITU SEKARANG BERADA DI TENGAH-TENGAH KITA

Kita sudah menemukan 3 lokasi Ratu Adil; Malang, Bandung dan Jogja. Jawa Timur, Jawa Barat dan

Jawa Tengah/DIY. Tidaklah heran legenda Ratu Adil, Satrio Piningit, Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu, Sultan

Erucokro terus saja hidup di masyarakat Jawa. Mereka para Satria Indonesia menjadi harapan ditengah

semrawutnya zaman ini yang disebut sebagai zaman kalabendu. Tapi siapakah mereka? Apakah Djoko Suyanto,

Hatta Rajasa, Rhoma Irama, Dahlan Iskan, Jokowi, Sri Sultan Hamengkubuwono, Prabowo, Wiranto, Boediono

atau siapa? Ataukah Ratu Adil itu sekedar dongeng pelipur lara masyarakat Indonesia?

Apakah Ratu Adil itu punya rumah di 3 tempat itu (Malang, Bandung dan Jogja)? atau Ratu

Adil itu adalah 3 orang yang berbeda? Apakah Putra Batara Indra, Sultan Herucakra dan Satria Piningit

adalah 3 orang yang berbeda? Mari kita pecahkan teka-teki ini:

1. PUTRA BATARA INDRA ALIAS PEMUDA GEMBALA

Dalam tulisan Prabu Jayabaya, khusus untuk tokoh Putra Batara Indra (Pemuda Gembala) digambarkan

sangat detil, mulai dari lokasinya, bentuk rumahnya, tanaman yang ada disekitar rumahnya, kemudian detil pula

penggambaran fisiknya yang digambarkan berparas Kresna, berwatak Baladewa bersenjatakan Trisula Weda. Di

Uga Wangsit Siliwangi bahkan diperintahkan agar kita mencari Pemuda Gembala itu sehingga kita bisa bertemu

dengan Ratu Adil:

“Negara bersatu kembali. Nusa jaya lagi, sebab berdiri ratu adil, ratu adil yang sejati. Tapi ratu siapa? darimana

asalnya sang ratu? Nanti juga kalian akan tahu. Sekarang, cari oleh kalian pemuda gembala (bocah angon).”

Dan Prabu Jayabaya pun menulis:

“oleh sebab itu carilah satria itu, yatim piatu, tak bersanak saudara, sudah lulus weda Jawa, hanya berpedoman

Dengan uraian yang begitu detil dari tulisan Prabu Jayabaya dan perintah agar kita mencari Pemuda

Gembala itu sehingga kita bisa bertemu dengan Ratu Adil, maka dapat kita simpulkan bahwa Pemuda Gembala

(Putra Batara Indra) itu harus kita temukan sekarang juga. Kenapa kita harus menemukan Pemuda Gembala

(Putra Batara Indra) sekarang? Karena kita semua, seluruh rakyat Indonesia perlu mengikutinya untuk kemudian

mengangkat Ratu Adil menjadi Presiden RI 2014. Prabu Jayabaya menuliskan bahwa kita dan anak cucu kita

beruntung maka bila menjumpai segeralah menghormati, yang tidak senang jangan melarang;

jangan heran, jangan bingung

itulah putranya Batara Indra

yang sulung dan masih kuasa mengusir setan

turunnya air brajamusti pecah memercik

hanya satu ini yang dapat memberi petunjuk

tentang arti dan makna ramalan saya

tidak bisa ditipu

karena dapat masuk ke dalam hati

ada manusia yang bisa bertemu

tapi ada manusia yang belum saatnya

jangan iri dan kecewa

itu bukan waktu anda

memakai lambang ratu tanpa mahkota

sebab itu yang menjumpai segeralah menghormati,

jangan sampai terputus, menghadaplah dengan patuh

keberuntungan ada di anak cucu

inilah jalan bagi yang ingat dan waspada

pada zaman kalabendu Jawa

jangan melarang dalam menghormati orang berupa dewa

yang menghalangi akan sirna seluruh keluarga

jangan keliru mencari dewa

carilah dewa bersenjata trisula wedha

itulah pemberian dewa

(Bait-bait terakhir Tulisan Prabu Jayabaya: Bait 171-172)

Ratu Adil/Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu ini berbeda dengan satria-satria sebelumnya. Beliau harus

diangkat menjadi Presiden RI 2014 melalui perantara ditemukanya dahulu Pemuda Gembala (Putra Batara

Indra). Dengan informasi yang begitu detil melalui para leluhur Indonesia, jangan sampai terulang satria ke-7

(Presiden RI 2014) baru kita sadari adalah Ratu Adil/Satrio Pinandhito Sinisihan Wahyu setelah beliau terpilih

menjadi Presiden besok pada Pilpres 2014.

Diawal kita sudah menemukan bahwa Pemuda Gembala (Putra Batara Indra) adalah dari Malang. Mari

kita detilkan lagi ciri-cirinya:

berparas seperti Batara Kresna

berwatak seperti Baladewa

bersenjata trisula wedha

berumah seperti Raden Gatotkaca

berupa rumah merpati susun, tiga

seperti manusia yang menggoda

para asuhannya menjadi perwira perang

bergelar pangeran perang

kelihatan berpakaian kurang pantas

namun dapat mengatasi keruwetan orang banyak

yatim piatu, tak bersanak saudara

itulah asuhannya Sabdopalon

yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur

(Bait-bait terakhir Tulisan Prabu Jayabaya)

Parasnya hitam seperti Batara Kresna (Kresna dalam wayang jawa dipanggil Jliteng (Si Hitam) oleh Werkudara

karena memang Kresna ini kulitnya hitam. Wataknya pemberani seperti Baladewa.

Rumahnya seperti rumah merpati susun tiga, seperti dibawah ini:

Apa istimewanya rumah merpati? Rumah merpati dalam tiap tingkatnya punya teras yang cukup

luas untuk mendarat merpati ketika turun dari terbang. Setelah teras ada pintu masuk kedalam rumahnya.

Mungkin kira-kira seperti rumah dibawah ini. Jayabaya menyebutkan “seperti rumah raden Gatotkaca”, jadi

misal Gatotkaca setelah terbang kemudian turun kerumah dibawah ini, maka dia mendarat di teras lantai atas,

kemudian masuk kedalam rumah lewat pintu itu, seperti burung dara juga.

Prabu Siliwangi menulis “Dialah Anak Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi batu,

tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang.”. Maka selanjutnya kita musti cari rumah seperti diatas yang

terletak di Malang dan rumahnya dekat dengan sungai. Hmm... bagaimana cara menemukanya?

Kita lebih detilkan lagi. Putra Batara Indra disebut bahwa para asuhanya menjadi perwira perang dan

dia bergelar pangeran perang. Apakah dia seorang tentara atau veteran pejuang kemerdekaan? Perlu diingat

lagi bahwa dia yatim piatu. Disebutkan pula bahwa dia pernah menanggung malu tapi kemudian menjadi

termahsyur karena kemudian terbukti bahwa dia adalah yang dimaksud Putra Batara Indra. Kenapa dia

menanggung malu? Apakah dia pernah difitnah? Pernah di dzalimi kemudian akhirnya tidak terbukti?

Tanda Kehadiran Putra Batara Indra

sebelumnya ada pertanda bintang pari

panjang sekali tepat di arah Selatan menuju Timur

lamanya tujuh malam

hilangnya menjelang pagi sekali

Kapan peristiwa itu terjadi? Jayabaya menulis: “selambat-lambatnya kelak menjelang tutup tahun

(sinungkalan dewa wolu, ngasta manggalaning ratu)”. Coba kita buka Kitab Kyai Gugel. Kita lihat peristiwa

astronomi pada tahun akhir tahun 2012. Akan kita temukan bahwa ada peristiwa hujan meteor:

“Pada Desember 2012 ini, hujan meteor Geminids mewarnai langit sejak 10 hingga 17 Desember 2012 dengan

puncaknya pada 13 dan 14 Desember 2012. Puncak hujan meteor ini bertepatan dengan langit yang relatif gelap

karena Bulan masih berada dalam fase Bulan sabit sehingga benderang cahayanya belum sanggup menerangi

langit layaknya purnama. Sehingga hujan meteor Geminids menjadi hujan meteor yang bisa diobservasi dengan

leluasa.” (sumber: http://kafeastronomi.com/hujan-meteor-geminids-2012-laporan-dari-indonesia.html)

(Gambar : Salah satu meteor terang Geminids seperti yang terekam di Bali meski langit cukup berawan.

Kombinasi terangnya cahaya meteor dan lamanya bukaan rana kamera (30 detik) menyebabkan lingkungan

nampak terang benderang layaknya siang, padahal pengamatan dilakukan di Jumat dinihari 14 Desember 2012.

Sumber: Malik Nur Hakim, 2012.)

(Gambar: Salah satu meteor Geminids melesat di latar depan bintang-bintang di atas kubah teleskop

Planetarium dan Observatorium Jakarta, pada Jumat dinihari 14 Desember 2012. Sumber: Ronny Syamara,

(Gambar: Meteor Geminids yang sangat terang di atas kota kecil Fort Smith, Arkansas (AS). Demikian terangnya

meteor inis ehingga bahkan melampaui kecemerlangan Bulan purnama. Sumber: Emfinger, 2012.)

Hujan meteor Geminids berlangsung kurang lebih 7 hari pada Bulan Desember 2012. Pertanyaanya kemudian,

peristiwa apa yang terjadi pada setelah Bulan Desember 2012 yang merupakan kemunculan Putra Batara Indra

(Pemuda Gembala) ? Kita cari lagi bersama-sama.

Di awal Tahun 2013 ini kita ada beberapa peristiwa besar di Indonesia, antara lain:

1. 31 Januari 2013: Ditangkapnya Luthfi Hasan Ishaaq (Presiden PKS) oleh KPK karena diduga akan

menerima suap dalam kasus Impor Daging Sapi. Mulai saat itu LHI masuk penjara sampai sekarang

menunggu proses penyidikan dan sidang.

2. 1 Januari 2013: Diangkatnya Anis Matta sebagai Presiden PKS yang baru menggantikan LHI.

3. 22 Februari 2013: KPK telah resmi menetapkan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum

sebagai tersangka, sampai saat ini belum ditahan.

4. 24 Februari 2013: Pilgub Jawa Barat yang dimenangkan Ahmad Heryawan – Dedy Mizwar.

5. 7 Maret 2013: Pilgub Sumatera Utara yang dimenangkan pasangan GANTENG.

6. 30 Maret 2013: Susilo Bambang Yudhoyono menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

7. 1 April 2013: Mahfud MD pensiun dari Ketua MK.

Apakah salah satu dari mereka adalah Putra Batara Indra (Pemuda Gembala)? Adakah dari mereka orang

malang? Kita cek bersama.... Ternyata Luthfi Hasan Ishaaq adalah orang Malang !!!

Luthfi Hasan Ishaaq, lahir di Malang, Jawa Timur 5 Agustus 1961. Master bidang Islamic Studies ini

menamatkan pendidikan SLTP dan SLTA di Pondok Pesantren Modern, Gontor Jawa Timur. Menguasai secara

fasih bahasa Arab dan Inggris, Luthfi mempunyai jam terbang yang cukup tinggi di Eropa. Ia pernah tinggal di

Belanda selama beberapa tahun ketika diberi tugas sebagai supervisor pengembangan PKS di Eropa. Biografi

Luthfi Hasan Ishaaq:

Nama : Luthfi Hasan Ishaaq,MA

TTL : Malang, 05-Agustus-1961

Alamat rumah: Dukuh Morotanjek, RT.02 RW.07 Desa Purwoasri,Kecamatan Singosari Kabupaten

Malang.

RIWAYAT PENDIDIKAN

1 KMI Gontor Ponorogo

2 D III Bahasa Arab

3 Fakultas Ushuluddin Ibnu Saud Universitas

4 Fakultas Islamic Studies Salafia University

RIWAYAT PEKERJAAN

1 Direktur PT Sirat Inti Buana

2 Public Realition Islamic Org Union

3 Penterjemah Institute Policy Studies

PENGALAMAN/JABATAN PADA ORGANISASI

1 Bendahara PKS

2 Ketua I Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Saudi Arabia

3 Ketua Departemen Kaderisasi PPI Cabang

4 Ketua Departemen Kesenian OPPM Gontor

5 Ketua Pelajar Islam Indonesia

Dibawah ini foto rumahnya di Malang, di timur Gunung Arjuno. Ada 3 buah bangunan rumah di

komplek rumahnya:

(Sumber: http://www.tempo.co/read/news/2013/02/01/063458383/Luthfi-Hasan-Ustad-Dermawan-dari-
Dusun-Morotanjek )

Kita Zoom lebih dekat:

Ya... Inilah rumahnya Raden Gatotkaca, Rumah Merpati Susun, Tiga.

Tengoklah ada apa di belakang rumahnya: 4 buah kolam ikan, yang kemungkinan besar sumber airnya dari aliran

sungai. Lihat video rumah beliau dari liputan6.com:

http://news.liputan6.com/read/501527/video-keluarga-kaget-dengar-luthfi-jadi-tersangka-daging-impor

Anda belum yakin bahwa LHI adalah Putra Batara Indra (Pemuda Gembala) ? Mari kita telusuri lagi....



jangan keliru mencari dewa

carilah dewa bersenjata trisula wedha

yatim piatu, tak bersanak saudara

itulah asuhannya Sabdopalon

yang sudah menanggung malu tetapi termasyhur

Baca Tempo.co di http://www.tempo.co/read/news/2013/02/01/063458383/Luthfi-Hasan-Ustad-Dermawan-
dari-Dusun-Morotanjek

Beliau ternyata adalah anak pungut. Rumah induk adalah rumah tua warisan dari orang tua angkatnya.

Pasangan Arbaiyah dan Achmad mengangkat Luthfi sebagai anak karena mereka tak punya keturunan. Belum

diketahui siapa sebenarnya kedua orang tua kandung LHI. Yang jelas melihat parasnya, kelihatanya beliau

keturunan Arab, kemungkinan dari Hadramaut, Yaman. Daerah malang memang banyak terdapat keturunan

arab, khususnya dari Hadramaut. Munir dan Irfan Bachdim juga orang malang keturunan arab. Kulit beliau juga

agak hitam, seperti Kresna.

Di atas tanah kosong seluas 1.000 meter persegi di seberang rumah induk dibangun musala, tempat

mengaji, dan pondok anak yatim-piatu. Semua aset ini dikelola oleh Yayasan Ar-Rahmah yang didirikan LHI.

Kelihatanya beliau sangat mencintai anak-anak yatim, mungkin karena beliau juga anak yatim yang diambil

menjadi anak asuh oleh Pasangan Arbaiyah dan Achmad tadi.

Masih belum yakin? Kita cari lagi...

sudah lulus weda Jawa



(LHI: Ketua Departemen Kesenian OPPM Gontor)

Berparas Kresna (kehitaman), berwatak Baladewa (pemberani), para asuhannya menjadi perwira perang:

(Prajurit Relawan dalam setiap bencana, di seluruh pelosok nusantara)

(Para Cyber Army PKS, prajurit di era perang cyber. Para kader PKS cerdas dan tangguh bertarung melawan

para penebar fitnah di internet di arena Twitter, Blog, Facebook, Youtube, Kompasiana, dll, sekaligus menebar

dakwah dengan bahasa cinta.)

Alhamdulillah, ketemu sudah Putra Batara Indra (Pemuda Gembala). Saya tekankan, bahwa saya bukan

anggota PKS. Saya hanya seorang peminat Teknologi Komunikasi dan Informasi. Saya senang berpetualang ke

seluruh pelosok bumi melalui media internet, dan kersaning Gusti Allah, saya menemukan Putra Batara Indra.

Soal beliau sekarang ditahan KPK, malah menambah yakin bahwa memang beliaulah Pemuda Gembala itu:

“Suatu saat nanti akan banyak hal yang ditemui, sebagian-sebagian. Sebab terlanjur dilarang oleh Pemimpin

Pengganti! Ada yang berani menelusuri terus menerus, tidak mengindahkan larangan, mencari sambil

melawan, melawan sambil tertawa. Dialah Pemuda Gembala. Rumahnya di belakang sungai, pintunya setinggi

batu, tertutupi pohon handeuleum dan hanjuang.”

Di bagian akhir buku ini, nanti kita bahas bersama kenapa Putra Batara Indra (Pemuda Gembala) yang

tidak mengindahkan larangan, mencari sambil melawan, sekarang ini menjadi tahanan KPK. Setelah Putra Batara

Indra alias Pemuda Gembala ketemu, maka lebih mudahlah bagi kita untuk menemukan Pemuda Berjanggut dan

Ratu Adil. Ayo kita lanjutkan petualangan kita J

continue reading

Jumat, 03 Mei 2013

DEKAT GUNUNG PERAHU SEBELAH BARAT TEMPURAN

“Tidak berkesempatan menghias diri, sinjang kemben tan tinolih itu sebuah lambang yang menurut Seh Ngali Samsujen datangnya Kala Bendu. Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut.”
“Kemudian kelak akan datang Tunjung putih semune Pudak kasungsang. Lahir di bumi Mekah. Menjadi raja di dunia, bergelar Ratu Amisan, redalah kesengsaraan di bumi, nakhoda ikut ke dalam persidangan.”
“Raja keturunan waliyullah. Berkedaton dua di Mekah dan Tanah Jawa. Letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran. Dicintai pasukannya. Memang raja yang terkenal sedunia.”
(Kitab Musarar Jayabaya, Sinom: Bait 22, 27 dan 28)

Jadi, Prabu Jayabaya menyebutkan 2 tempat yang berbeda dan 2 nama yang berbeda; yang pertama adalah Putra Batara Indra di Timur Gunung Lawu (akhirnya kita temukan bahwa itu Malang) dan yang kedua adalah Ratu Amisan yang rumahnya “letaknya dekat dengan gunung Perahu, sebelah barat tempuran”. Dimanakah itu? Mari kita berpetualang mencarinya.

Pertama kita pecahkan dulu teka-teki “Semarang Tembayat”.

Sunan Bayat (nama lain: Pangeran Mangkubumi, Susuhunan Tembayat, Sunan Pandanaran (II), atau Wahyu Widayat) adalah tokoh penyebar agama Islam di Jawa yang disebut-sebut dalam sejumlah babad serta cerita-cerita lisan. Ia terkait dengan sejarah Kota Semarang dan penyebaran awal agama Islam di Jawa, meskipun secara tradisional tidak termasuk sebagai Wali Sanga. Makamnya terletak di perbukitan ("Gunung Jabalkat") di wilayah Kecamatan Bayat, Klaten, Jawa Tengah, dan masih ramai diziarahi orang hingga sekarang. Dari sana pula konon ia menyebarkan ajaran Islam kepada masyarakat wilayah Mataram. Tokoh ini dianggap hidup pada masa Kesultanan Demak (abad ke-16).

Terdapat paling tidak empat versi mengenai asal-usulnya, namun semua sepakat bahwa ia adalah putra dari Ki Ageng Pandan Arang, bupati pertama Semarang. Sepeninggal Ki Ageng Pandan Arang, putranya, Pangeran Mangkubumi, menggantikannya sebagai bupati Semarang kedua. Alkisah, ia menjalankan pemerintahan dengan baik dan selalu patuh dengan ajaran – ajaran Islam seperti halnya mendiang ayahnya. Namun lama-kelamaan terjadilah perubahan. Ia yang dulunya sangat baik itu menjadi semakin pudar. Tugas-tugas pemerintahan sering pula dilalaikan, begitu pula mengenai perawatan pondok-pondok pesantren dan tempat-tempat ibadah.

Sultan Demak Bintara, yang mengetahui hal ini, lalu mengutus Sunan Kalijaga dari Kadilangu, Demak, untuk menyadarkannya. Terdapat variasi cerita menurut beberapa babad tentang bagaimana Sunan Kalijaga menyadarkan sang bupati. Namun, pada akhirnya, sang bupati menyadari kelalaiannya, dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan duniawi dan menyerahkan kekuasaan Semarang kepada adiknya.
Pangeran Mangkubumi kemudian berpindah ke selatan (entah karena diperintah sultan Demak Bintara ataupun atas kemauan sendiri, sumber-sumber saling berbeda versi), didampingi isterinya, melalui daerah yang sekarang dinamakan Salatiga, Boyolali, Mojosongo, Sela Gringging dan Wedi, menurut suatu babad. Konon sang pangeran inilah yang memberi nama tempat-tempat itu). Ia lalu menetap di Tembayat, yang sekarang bernama Bayat, Klaten, dan menyiarkan Islam dari sana kepada para pertapa dan pendeta di sekitarnya. Karena kesaktiannya ia mampu meyakinkan mereka untuk memeluk agama Islam. Oleh karena itu ia disebut sebagai Sunan Tembayat atau Sunan Bayat.

Begitulah kisahnya. Disebutkan bahwa lokasi Ratu Amisan tadi di dekat Gunung Perahu, ada yang mengartikan gunung perahu itu adalah Tangkuban Perahu di Jawa Barat ada juga yang mengartikan Gunung Perahu di Dieng. Kemudian banyak dari para pencari Ratu Adil/Ratu Amisan, mengatakan bahwa “Semarang Tembayat” adalah di Semarang Bagian Barat Daya. Ada yang mengartikan itu adalah daerah di dekat Gunung Perahu di Pegunungan Dieng. Ada yang mencoba mengartikan tempat yang dimaksut adalah di Jabalkat, Bayat, Klaten tempat kuburan dari Sunan Bayat tapi kemudian menganulirnya karena menganggap Klaten sangat jauh dari Gunung Perahu.
   

(Gambar: Buku Ratu Adil Telah Muncul Dari Jabalkat dan Komplek Pemakaman Sunan Bayat/Pandanaran di Gunung Jabalkat, Bayat, Klaten)

“Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti/memahami lambang tersebut.” Begitulah Prabu Joyoboyo tuliskan, artinya kita harus pecahkan dulu teka-teki “Semarang Tembayat” ini. Dalam cerita Sunan Bayat tadi disebutkan bahwa beliau berjalan/pindah dari Semarang ke Bayat memenuhi perintah Sunan Kalijaga. Kemudian beliau meninggal dan dikuburkan di Bukit Jabalkat, Bayat, Klaten. Tapi di Klaten tidak kita temui Gunung Perahu, yang kita temui Cuma bukit-bukit saja. Hmmm... coba kita cari lebih giat lagi. Coba kita googling “Bayat Klaten Perahu”, maka kita akan terkejut, bahwa di Klaten ada miniatur kembaran Gunung Tangkuban Perahu yang bernama Watu Prau (Batu Perahu).

Watu Prau: Miniatur Gunung Perahu

Watuprau (Batu Perahu) dinamakan seperti ini karena batu tersebut mempunyai bentuk mirip perahu terbalik (mirip Gunung Tangkuban Perahu namun dalam skala lebih kecil). Lokasi Obyek wisata yang mempunyai jarak dari kota Klaten ± 15 km, terletak di Gunung Gajah, Kecamatan Bayat, obyek ini merupakan potensi spesifik suasana alam pegunungan dan pemandangan alam yang indah dan alami.

Watuprau mempunyai legenda yang mirip dengan cerita Tangkuban Perahu di Jawa Barat. Konon, pada zaman dahulu Roro Denok hendak dipersunting oleh Joko Tua, namun Rara Denok tidak menginginkan pernikahan itu terjadi, Roro Denok akan menyetujui pinangan tersebut namun dengan syarat Joko Tua harus membuatkan perahu dan mengisinya dengan bermacam-macam perhiasan dan ternak dalam waktu semalam.

Joko tua yang sakti mandraguna tidak menolak persyaratan tersebut, dengan bantuan jin permintaan Roro Denok dapat selesai sesuai kurun waktu yang ditentukan. Namun dengan kecerdikan Roro Denok, syarat itu tidak dapat dipenuhi yang membuat Joko Tua murka. Perahu yang hampir selesai di tendangnya, sehingga menelungkup dan di sertai sumpahnya bahwa keturunan yang berasal dari daerah Roro Denok akan menjadi perawan tua.


  
(Gambar: Watu Prau dan Fosil Kerang Sungai)

Di watuprau ini  terdapat fosil-fosil dan bermacam-macam batuan, diantaranya adalah Fosil Kece (Kerang Sungai), menurut orang sekitar fosil kerang sungai yang mirip uang logam tersebut adalah uang dari Joko Tuo tadi yang membatu bersama perahu yang ditendangnya kemudian terbalik.
Sekarang Watu Prau menjadi milik Fakultas Geologi UGM yang digunakan sebagai sarana penilitian. Diatas Watu Prau telah ada lobang bor guna mengambil sampel isi batuan tadi. Menurut kabar, Watu Prau ini batuan yang usianya sangat tua dan mengandung mineral dan fosil yang menarik untuk diteliti, bahkan dari Luar Negeri pun ikut melakukan penelitian. Tapi belum ada hasil penelitian yang di publish atas Watu Prau ini. Kalau melihat bahwa ada Fosil Kerang Sungai di Watu Prau maka bisa diambil kesimpulan sementara bahwa dulu disitu adalah bekas aliran sungai.

Mencari Tempuran (Pertemuan 2 Sungai)

Coba kita cari pertemuan 2 sungai (tempuran) di Klaten, kita dapatkan pertemuan sungai Bengawan Solo dan Kali Dengkeng, tepatnya di Desa Serenan, Kecamatan Juwiring, Klaten. Kok, agak jauh dari Bayat. Coba kita cari lagi. Sekarang kita coba dengan Wikimapia.org untuk mencari tempuran di Klaten, setelah kita pelototi peta Klaten akhirnya dapat juga “tempuran”. Ada nama Dukuh Tempuran Kulon dan Tempuran Wetan di Desa Kampung, Kecamatan Ngawen, Kab. Gunung Kidul. Dukuh Tempuran terletak di sebelah selatan Bayat, Klaten dan jaraknya cukup dekat. Silahkan lihat di Google Earth.

Tapi cukup bingung juga, di Dusun Tempuran tadi, lewat Google  tidak kita temukan pertemuan 2 sungai (tempuran). Banyak tempat di Jawa yang bernama tempuran, dan diberi nama itu karena lokasinya dekat dengan pertemuan 2 sungai. Tempuran sendiri berarti bertemunya/bertempurnya arus 2 sungai. Maka bisa kita ambil kesimpulan bahwa nama Dusun Tempuran tadi punya sejarah, kemungkinan besar dulu tempat tersebut adalah pertemuan 2 sungai yang sekarang sudah mengering atau tertibun. Ingat Watu Prau yang ada fosil Kerang Sungai tadi? Berarti disitu dulu pernah ada sebuah sungai yang sekarang kering/tertimbun.
Kita lanjutkan petualangan kita dengan wikimapia.org, setelah bayat dan tempuran, coba kita geser ke barat daya sedikit. Disana ada Gunung Api Purba Nglanggeran. Letaknya di Patuk, Gunung Kidul. Gunung ini sudah tidak aktif lagi setelah dulu pernah meletus dahsyat. Menurut penelitian usianya lebih tua dari Merapi, bahkan waktu Gunung Nglanggeran masih aktif, Gunung Merapi belum ada. Dan sudah menjadi pengetahuan kita semua, bahwa Gunung Berapi dibawahnya mengalir sungai-sungai. Seperti Gunung Arjuno yang dibawahnya mengalir sungai arjuno, atau Kaligendol, Kali Code yang mengalir dari Gunung Merapi. Dusun Tempuran tadi berada di timur Gunung Api Purba Nglanggeran, jadi sangatlah mungkin bahwa dulu di Dusun tersebut mengalir sebuah sungai, bahkan 2 buah sungai sehingga terjadi pertemuan 2 sungai di dusun tadi.
Setelah kita dapatkan hasil bahwa yang dimaksud Semarang Tembayat adalah Bayat Klaten dan Gunung Perahu adalah Watu Prau di Bayat Klaten serta Tempuran adalah Dusun Tempuran, Desa Kampung, Kec. Ngawen, Kab. Gunung Kidul, maka menurut tulisan Prabu Jayabaya tadi bahwa lokasi Ratu Amisan berada di Dekat Gunung Perahu sebelah Barat Tempuran, maka coba kita lihat ke barat lokasi tempuran, maka akan kita dapati Jogja. Apakah Ratu Amisan dari Jogja? Tapi Jogja yang mana? Luas sekali Jogja. Di barat Tempuran ada Kec. Gantiwarno, Kec. Prambanan dan Kec. Piyungan. Disana ada 2 Candi; Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko. Lebih ke barat lagi ada Kraton Yogyakarta.



Mungkinkah Ratu Amisan yang bergelar Sultan Erucokro  itu Sultan Yogyakarta? Atau Boediono, wapres dari Sleman? Atau keluarga besar Amin Rais? Atau bahkan Emha Ainun Najib, orang Jawa Timur yang berumah di dekat Kraton Yogyakarta? Atau Anies Baswedan, Cucu AR Baswedan?

continue reading

POHON ANDONG; SEBUAH BENANG MERAH

Disebutkan bahwa rumah Pemuda Gembala terdapat pohon handeuleum dan hanjuang yang rimbun. Mari kita googling “Handeuleum” dan “Hanjuang”, maka kita dapatkan bahwa Handeuleum adalah sebutan orang sunda untuk tanaman Daun Ungu (Graptophyllum pictum) sedangkan Hanjuang  adalah sebutan orang sunda untuk tanaman Pohon Andong (Cordyline fructicosa).

Bila kita search Hanjuang, maka kita dapatkan hasil; hanjuang.com, Hanjuang.com menyediakan informasi dan penjualan online oleh-oleh  minuman tradisional  khas Priangan – Jawa Barat, produksi Cintek – Cimahi – Indonesia. Minuman tradisional khas Priangan seperti bandrek, bajigur, beas cikur/beras kencur, kopi, en teh, coklat, kopi bandrek, coklat bandrek, en teh bandrek, kopi bajigur dan sakoteng biasanya terdapat di daerah seperti Cianjur, Sukabumi, Banten, Sumedang, Cirebon, Majalengka, Garut, Tasikmalaya, Kabupaten Bandung, Bandung. Tapi bila kita teliti lebih lanjut, tak dapat ditemukan bahwa hanjuang digunakan sebagai bahan pembuat minuman-minuman itu tadi. Tidak tahu kenapa website tadi diberi nama hanjuang.com. Memang Hanjuang ini memang tumbuh banyak di daerah Jawa Barat. Khasiatnya adalah untuk obat batuk darah, haid kebanyakan dan ambeien berdarah.


(Gambar: Pohon Hanjuang (Andong) dan Minuman Cap Hanjuang)

Sekarang kita googling “Daun Ungu”. Ternyata daun Ungu adalah obat tradisional/herbal untuk ambeien/wasir. Tak hanya itu kemampuan yang dimiliki oleh daun ungu. Sebagai analgesik pun, khasiat daun ungu teruji sebagaimana ditunjukkan oleh penelitian yang dilakukan Dr drg Nur Permatasi MS, dr Umi Kalsum MKes, dan dr Nurdiana MKes dari Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. Mereka menyatakan bahwa kandungan alkaloid dalam daun ungu mempunyai kemampuan sebagai anti inflamasi dan juga sebagai analgesik pada hewan percobaan.

 




(Gambar: Pohon Handeuleum (Daun Ungu) dan Kapsul Daun Ungu Malang)


Mari kita googling lebih dalam lagi tentang Hanjuang atau Pohon Andong ini, maka anda akan terkaget seperti saya. Maskot kota Malang, untuk fauna-nya adalah Burung manyar (Ploceus Manyar) dan maskot flora-nya adalah pohon andong (Cordyline fructicosa) atau Hanjuang. Ini ditetapkan dengan SK Gubernur nomor 5225/16774/032/1996. Bagian Lingkungan Hidup Kota Malang setelah terbitnya SK Gubernur itu sempat ingin mengajukan pohon palem raja yang biasanya menjadi tempat bersarangnya burung manyar sebagai ciri khas Kota Malang agar sesuai. Tetapi karena SK Gubernur telah telanjur keluar maka ciri flora Kota Malang tetap yaitu pohon andong. Sudah menjadi suratan takdir untuk Malang!.

Di Malang memang banyak tumbuh Hanjuang atau Pohon Andong ini sehingga ditetapkan sebagai maskot Kota Malang. Dan di Malang juga banyak terdapat pohon Handeuleum atau Daun Ungu. Apakah ini berarti rumah Pemuda Gembala yang disebutkan Prabu Siliwangi ada di Malang? Padahal Putra Batara Indra yang disebutkan Prabu Jayabaya rumahnya  di Malang. Disebutkan bahwa Putra Batara Indra rumahnya di timur Sungai Brantas, maka Pemuda Gembala rumahnya diujung sungai. Dari siru, sementara ini kita simpulkan bahwa Pemuda Gembala itu adalah sebutan lain dari Putra Batara Indra, arek Malang.



“Para penguasa lalu menyusup, yang bertengkar ketakutan, ketakutan kehilangan negara, lalu mereka mencari anak gembala, yang rumahnya di ujung sungai yang pintunya setinggi batu, yang rimbun oleh pohon handeuleum dan hanjuang. Semua mencari tumbal, tapi pemuda gembala sudah tidak ada, sudah pergi bersama pemuda berjanggut, pergi membuka lahan baru di Lebak Cawéné!” (Uga Wangsit Siliwangi)

     Untuk membuat tulisan Prabu Siliwangi diatas menjadi masuk akal maka kita dapat hubungkan bahwa rumah Putra Batara Indra (Pemuda Gembala) adalah di Malang kemudian pada suatu masa pergi dari rumahnya diajak/bersama Pemuda Berjanggut untuk membuka lahan baru di Lebak Cawene (Bandung).

continue reading