PKS, sebuah partai yang fenomenal. Dari awalnya hanya satu orang, KH. Hilmi Aminuddin, sekarang
berkembang menjadi Partai Islam terbesar. Para kadernya menjadi Ketua MPR, Wakil Ketua DPR, Menteri-
menteri yang sukses, Gubernur-Gubernur yang penuh prestasi. Pantaslah mereka menjadi teladan Indonesia.
Inilah beberapa teladan dari kader PKS yang lain asuhanya Ki Sabdopalon Semar Bodronoyo:
1. AHMAD HERYAWAN (GUBERNUR JAWA BARAT)
Gubernur Ahmad Heryawan pada tahun 2011 dinobatkan sebagai tokoh perubahan 2011 oleh
sebuah media cetak nasional. Sejak kepemimpinannya tahun 2008, Kang Aher meraih banyak
penghargaan. Total 75 penghargaan diraih kang Aher untuk daerah jawa barat dan meningkatkan
popularitas Ahmad Heryawan sebagai figur Gubernur berprestasi. hal ini menjadi modal kuat beliau
untuk maju kembali ke pilkada Jawa barat. Daftar 75 penghargaan Ahmad Heryawan bisa dilihat pada
list panjang di bawah. Tepat sekali pilihan warga Jawa Barat memilih kembali Beliau yang juga seorang
Hafidz Qur’an menjadi Gubernur Jabar 2013, walaupun sebelumnya Beliau terkena Black Campaign,
difitnah majalah TEMPO dengan berita bahwa beliau melakukan kejahatan pada Bank Jabar. Lihatlah,
ketika asuhanya Ki Sabdopalon memimpin, maka Jawa Barat maju pesat.
2. DR. WARSITO, M.Eng
Anggota Majelis Pertimbangan Pusat PKS
Ringkasan Profil
Warsito adalah salah satu dari “ 50 Tokoh” Revolusi Kaum Muda (Gatra, Edisi Khusus 2003), “10 yang
Mengubah Indonesia” versi majalah Tempo (Edisi Khusus AKhir Tahun 2006) dan juga terpilih menjadi salah satu
dari “100 Tokoh Kebangkitan Indonesia” versi Majalah Gatra (Mei, 2008).
Di dunia akademisi Internasional, Warsito dikenal sebagai pioneer dalam teknologi tomografi, yaitu
teknologi untuk memindai berbagai macam obyek dari tubuh manusia, proses kimia, industri perminyakan,
reactor nuklir hingga perut bumi. Penemuannya yang paling spektakuler adalah tomografi volumetric 4D yang
dipatenkan di Amerika dan lembaga paten internasional PTO/WO tahun 2006. Teknologi ini diperkirakan akan
mengubah drastis perkembangan riset dan teknologi di berbagai bidang dari energi, proses kimia, kedokteran
hingga nano-teknologi.
Saat ini Warsito sedang membangun sebuah institusi riset swasta pertama di Indonesia untuk
mengembangkan teknologi tomografi volumetric untuk berbagai aplikasi. Meskipun masih berskala kecil,
institusi yang dibangunnya mempunyai reputasi tinggi di dunia dan telah mampu menjalin kerja sama riset
dengan lembga riset dan universitas kelas dunia seperti Ohio State University (OH, AS), National Natural Scince
Laboratory of Japan (RIKEN, Japan), Nanyang Technology University (Singapore) dan Universiti Kebangsaan
Malaysia (Malaysia). Produk dari institusinya telah dipakai di berbagai institusi dunia termasuk Ohio State
University (AS), Cambrige University (UK), B&W Company (OH, AS) dan Morgantown National Laboratory (Dept.
of Energy, WA, AS).
Institusi yang dibangunnya juga telah menjadi standar bagi teknologi tomografi volumetric dan yang
berkaitan yang dikembangkan di seluruh dunia dan dipublikasikan di dua jurnal internasional terkemuka
yaitu Measurement Science and Technology (UK) dan IEE Sensors Journal (AS). Lembaga penelitian yang
juga memberikan beasiswa dan bimbingan penelitian bagi mahasiswa Indonesia dari seluruh tanah air untuk
menyelesaikan tugas akhir dengan pembinaan riset kelas dunia bekerja sama dengan lembaga-lembaga riset
dunia yang terikat dalam kerjasama penelitian.
Di bidang keorganisasian, Warsito adalah salah satu pendiri dan ketua umum Masyarakat Ilmuwan
dan Teknolog Indonesia (MITI). Selama menjabat sebagai ketua umum MITI sejak tahun 2005, Warsito telah
membangun jaringan MITI di seluruh Indonesia dan luar negeri terutama MITI-Mahasiswa di kurang lebih 50
kampus di 26 Propinsi di seluruh Indonesia. Program utama yang dilancarkan MITI adalah meningkatkan kualitas
akademis dan kemampuan riset mahasiswa Indonesia, serta membantu pengembangan SDM mahasiswa
Indonesia melalui program pengiriman mahasiswa Indonesia untuk belajar ke luar negeri. Tahun 2007 MITI
bekerja sama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan RI di Riyadh berhasil mengirim mahasiswa untuk
program belajar S2 dan S3 sebanyak 51 orang atas beasiswa dari pemerintah Saudi Arabia. Saat ini MITI juga
sedang membangun kelompok-kelompok belajar dan riset bagi pelajar dan mahasiswa di seluruh pelosok tanah
air untuk membudayakan riset ilmiah dan mendorong segera terwujudnya universitas riset di universitas-
universitas seluruh Indonesia.
Selain di MITI, Warsito juga aktif sebagai anggota Majelis Pertimbangan Pusat (MPP) Partai Keadilan
Sejahtera di Komisi Kebijakan Publik yang salah satunya bertanggung jawab langsung dalam merancang dan
menyusun Flatform Pembangungan PKS Bidang Perekonomian. Ekonomi adalah bidang kedua yang digeluti
Warsito sejak tahun 1994 secara otodidak. Pemikiran-pemikirannya tentang ekonomi, iptek dan pembangungan
Indonesia biasa ditemui di http://myview-indonesia.blogspot.com.
3. KELUARGA MUTAMMIMUL ULA, KELUARGA AL QUR’AN
Keluarga luar biasa itu adalah pasangan suami istri Mutammimul Ula, SH dan Dra Wirianingsih,
Bc.Hk, beserta 10 putra-putri mereka. Yang lebih luar biasa lagi adalah, kedua orang tua ini tergolong
super sibuk dengan berbagai aktivitas dakwahnya.
Mutammimul Ula adalah mantan anggota DPR RI dari fraksi PKS. Sedangkan Wirianingsih adalah
Ketua Aliansi Selamatkan Anak (ASA) Indonesia dan pernah pula menjadi Ketua Umum PP Salimah
(Persaudaraan Muslimah) yang cabangnya sudah tersebar di 29 provinsi dan lebih dari 400 daerah di
Indonesia.
Anak pertama, Afzalurahman Assalam
Putra pertama. Hafal Al-Qur’an pada usia 13 tahun. Saat tulisan ini dibuat usianya 23 tahun, semester
akhir Teknik Geofisika ITB. Juara I MTQ Putra Pelajar SMU se-Solo, Ketua Pembinaan Majelis Taklim
Salman ITB dan terpilih sebagai peserta Pertamina Youth Programme 2007.
Anak kedua, Faris Jihady Hanifah
Putra kedua. Hafal Al-Qur’an pada usia 10 tahun dengan predikat mumtaz. Saat tulisan ini disusun
usianya 21 tahun dan duduk di semester 7 Fakultas Syariah LIPIA. Peraih juara I lomba tahfiz Al-Qur’an
yang diselenggarakan oleh kerajaan Saudi di Jakarta tahun 2003, juara olimpiade IPS tingkat SMA yang
diselenggarakan UNJ tahun 2004, dan sekarang menjadi Sekretaris Umum KAMMI Jakarta.
Anak ketiga, Maryam Qonitat
Hafal Al-Qur’an sejak usia 16 tahun. Saat tulisan ini dibuat usianya 19 tahun dan duduk di semester V
Fakultas Ushuluddin Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Pelajar teladan dan lulusan terbaik Pesantren
Husnul Khatimah, 2006. Sekarang juga menghafal hadits dan mendapatkan sanad Rasulullah dari
Syaikh Al-Azhar.
Anak keempat, Scientia Afifah Taibah
Putri keempat. Hafal 29 juz sejak SMA. Kini usianya 19 tahun dan duduk di Fakultas Hukum Universitas
Indonesia (UI). Saat SMP menjadi pelajar teladan dan saat SMA memperoleh juara III lomba Murottal
Al-Qur’an tingkat SMA se-Jakarta Selatan.
Anak kelima, Ahmad Rasikh ‘Ilmi
Putra kelima. Saat tulisan ini dibuat, hafal 15 juz Al-Qur’an, dan duduk di MA Husnul Khatimah,
Kuningan. Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara I Kompetisi English Club Al-Kahfi dan menjadi musyrif
bahasa Arab MA Husnul Khatimah.
Anak keenam, Ismail Ghulam Halim
Putra keenam. Saat tulisan ini dibuat hafal 13 juz Al-Qur’an, dan duduk di SMAIT Al-Kahfi Bogor.
Ia lulusan terbaik SMPIT Al-Kahfi, juara lomba pidato bahasa Arab SMP se-Jawa Barat, serta santri
teladan, santri favorit, juara umum dan tahfiz terbaik tiga tahun berturut-turut di SMPIT Al-Kahfi.
Anak ketujuh, Yusuf Zaim Hakim
Putra ketujuh. Saat tulisan ini dibuat ia hafal 9 juz Al-Qur’an dan duduk di SMPIT Al-Kahfi, Bogor.
Prestasinya antara lain: peringkat I di SDIT, peringkat I SMP, juara harapan I Olimpiade Fisika tingkat
Kabupaten Bogor, dan finalis Kompetisi tingkat Kabupaten Bogor.
Anak kedelapan, Muhammad Syaihul Basyir
Putra kedelapan. Saat tulisan ini dibuat, ia duduk di MTs Darul Qur’an, Bogor. Yang sangat istimewa
adalah, ia sudah hafal Al-Qur’an 30 juz pada saat kelas 6 SD.
Anak kesembilan, Hadi Sabila Rosyad
Putra kesembilan. Saat tulisan ini dibuat, ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan
dan hafal 2 juz Al-Qur’an. Di antara prestasinya adalah juara I lomba membaca puisi.
Anak kesepuluh, Himmaty Muyassarah
Putri kesepuluh. Saat tulisan ini dibuat, ia bersekolah di SDIT Al-Hikmah, Mampang, Jakarta Selatan dan
hafal 2 juz Al-Qur’an.
4. Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc
Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, Psi, MSc., Datuak Rajo Bandaro Basa (Gelar Kebesaran dari suku
Tanjung, kecamatan Pauh, kota Padang), (lahir di Jogjakarta, Indonesia, 20 Desember 1963; umur 49
tahun) merupakan putra dari pasangan Drs. H. Djamrul Djamal, SH dan (Alm) Dra. Hj. Sudarni Sayuti.
Irwan Prayitno merupakan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia 2 periode
(2004–2009 dan 2009-2014) dari Partai Keadilan Sejahtera dengan daerah pemilihan Sumatera Barat
I. Pada Tanggal 15 Agustus 2010, Beliau dilantik menjadi Gubernur Sumatera Barat periode 2010-2015
oleh Menteri Dalam Negeri , Gamawan Fauzi di Gedung Darurat DPRD Provinsi Sumatera Barat.
Irwan Prayitno sempat menjadi kontroversi pada bursa pencalonan Gubernur Sumbar tahun 2005
karena dia disinyalir bukan berasal dari Minangkabau, disebabkan nama belakangnya serta tempat
kelahirannya. Namun kemudian isu tersebut diluruskan dengan menyebutkan bahwa ibunya berasal
dari Kuranji, Padang dan ayah dari Simabur, Tanah Datar.
(Gambar: Segudang penghargaan yang diterima Sumatera Barat dibawah kepemimpinan Irwan
Prayitno. Beliau juga seorang Pendekar Karate)
5. PARA AHLUL BAIT DI PKS
Tahukah anda bahwa beberapa tokoh PKS adalah habib atau keturunan Kanjeng Baginda Rasulullah
SAW? Ini diantaranya:
a. Habib Salim Segaf Al-Jufri, Menteri Sosial Kabinet Indonesia Bersatu II.
b. Habib Aboe Bakar Alhabsi, wakil rakyat Kalimantan Selatan di DPR dari Partai Keadilan Sejahtera.
c. Habib Nabil AlMusawa (adik Habib Munzir), wakil rakyat Kalimantan Selatan di DPR dari Partai Keadilan
Sejahtera.
Dan masih banyak lagi teladan dari PKS untuk Indonesia, silahkan anda mencari lagi.
continue reading